Satujuang, Batam- Seorang pria nekat menghabisi nyawa mantan kekasih sesama jenisnya di Perumahan Family darieam, Nongsa, pada Selasa (10/3).
Pelaku, MY (31), baru sepekan tiba di Batam dari Bali sebelum melancarkan aksi sadisnya terhadap korban, AS (22).
Motif asmara dan sakit hati karena merasa dikhianati menjadi pemicu utama pembunuhan tersebut.
Kapolresta Barelang Anggoro Wicaksono mengungkapkan bahwa tersangka, yang berasal dari Tanjung Batu, Karimun, merasa dieksploitasi secara ekonomi oleh korban.
Selama tujuh bulan menjalin hubungan jarak jauh (Ldari) antara Bali dan Batam, MY rutin mengirimkan uang kepada AS.
Uang tersebut digunakan untuk melunasi utang serta membelikan sepeda motor bagi AS.
“Motifnya cemburu dan sakit hati,” ujar Anggoro.
Anggoro menambahkan, “Tersangka mengetahui korban sudah memiliki pacar baru, padahal tersangka sudah banyak berkorban secara materi.”
Aksi pembunuhan ini telah direncanakan oleh MY sejak Selasa pagi.
Setelah sempat kehilangan jejak, MY berhasil melacak posisi korban melalui fitur berbagi lokasi WhatsApp menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Emosi tersangka memuncak saat mendapati AS sedang berpelukan dengan pacar barunya, AB, di dalam rumah.
Tanpa basa-basi, MY langsung menyerang keduanya menggunakan kayu berpaku dan batu besar.
Tak berhenti di situ, tersangka kemudian menghujami kepala dan punggung korban AS dengan pisau dapur yang telah disiapkan.
AS tewas di tempat kejadian dengan pisau tertancap di kepala.
Sementara itu, AB mengalami luka berat dan kini menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polda Kepri.
Usai melakukan aksinya, MY tidak melarikan diri jauh.
Pada siang harinya, ia mendatangi Polresta Barelang untuk menyerahkan diri dan mengakui seluruh perbuatannya.
“Tersangka langsung menyerahkan diri ke Polres dan saat ini sudah kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Barelang M Debby Tri Andariestian. (NIP)











