KIM Plus, Kotak Kosong dan Upaya Menjegal Anies, Parpol Bilang Begini

3 menit baca

Satujuang- Isu kemungkinan adanya wacana KIM Plus dan Kotak Kosong menjelang Pilkada Jakarta 2024 mulai mencuat di tengah perbincangan politik.

Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa ada dugaan upaya menjegal Anies Baswedan di Pilkada Jakarta. Isu-isu yang bergulir menjelang Pilkada Serentak tersebut menuai reaksi beragam dari berbagai kalangan khususnya partai politik.

Ketua Harian DPP Partai Gerindaria, Sufmi Dasco Ahmad dengan tegas membantah wacana KIM plus bertujuan menjegal Anies Baswedan maju Pilgub Jakarta. Menurut Dasco, KIM plus bukan hanya untuk Pilkada 2024, tetapi juga untuk level nasional demi kemajuan Indonesia ke depannya.

“KIM plus ini dibentuk untuk kemajuan Indonesia ke depan. Tidak hanya sebatas pilkada,” ujar Dasco, Senin (5/8/24).

Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, menilai wacana Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus bukan bertujuan untuk menjegal Anies Baswedan maju Pilgub Jakarta 2024. Menurut Jazilul, terlalu cepat untuk menyimpulkan bahwa KIM plus bertujuan menghalangi Anies.

“Masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan bahwa KIM plus bertujuan menjegal Anies,” ujar Jazilul.

Jazilul juga membeberkan bahwa KIM plus sendiri belum terbentuk dan baru wacana. Oleh karena itu, menilai KIM ada untuk menjegal Anies Baswedan dianggap tidak relevan.

“Koalisi KIM plus belum terbentuk dan kita belum duduk bersama. Jadi tuduhan menjegal Anies tidak berdasar,” tandas Jazilul, Rabu (7/8/24).

Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia menyatakan tidak ada niat untuk menjatuhkan pihak manapun.

“Tidak ada niat sedikitpun kami mau ada pretensi mau buat kotak kosong, apalagi menjegal lawan-lawan tertentu,” ucap Doli di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Kamis (8/8/24).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menyatakan, melawan kotak kosong dalam sebuah kontestasi pilkada bukanlah hal yang mudah.

Eddy mengungkapkan bahwa pernah ada calon kepala daerah yang kalah ketika melawan kotak kosong di pilkada.

“Jangan lupa loh, yang namanya melawan kotak kosong itu juga enggak gampang. Ada kejadian di mana kotak kosong itu bisa menang pilkada,” ujar Eddy, Rabu (7/8/24).

Eddy juga membantah bahwa tidak ada desain khusus yang diciptakan KIM Plus untuk menghadirkan kotak kosong di seluruh daerah, termasuk di Pilkada Jakarta.

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep juga turut merespons soal kemunculan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. Dia mengaku tak masalah, terlebih untuk di Pilkada Jakarta 2024.

“Saya rasa selama ini untuk kebaikan negara, kebaikan khususnya Jakarta ya, saya rasa enggak masalah,” ujar Kaesang, Kamis (8/8/24).

Kaesang menambahkan bahwa dirinya juga siap jika harus berhadapan dengan Anies Baswedan maupun Ridwan Kamil dalam Pilgub Jakarta 2024.

Sementara itu, Anies Baswedan saat ditanya wartawan masih enggan menanggapi terkait penjegalan dirinya.

“Jadi yang terkait spesikulasi-spekulasi itu kita lihat aja nanti, ya,” tutur Anies, Kamis (8/8/24).

Anies Baswedan justru mengajak untuk melihat proses dan fokus pemilihan gubernur untuk menyelesaikan masalah warga.

“Warga Jakarta menginginkan proses agar aspirasi mereka diteruskan oleh partai-partai ya. Kita lihat aja prosesnya fokus pemilihan gubernur ini adalah menyelesaikan masalah warga, meningkatkan kesejahteraan warga, dan memastikan warga bisa hidup tenang dan damai,” jelasnya. (AHK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *