Festival Durian Tandingan di Rejang Lebong Lahirkan Polemik, Ada Oknum Pemain?

Bengkulu – Festival Durian tandingan yang muncul di Kabupaten Rejang Lebong beberapa waktu lalu masih menyisahkan polemik, terutama bagi pihak penyelenggara yang merasa kecolongan anggaran.

Pihak yang merasa sangat dirugikan ini yakni Yayasan Lingkungan Hidup Semangat Bersama (YLH-SEBAR) sebagai penanggung jawab sekaligus panitia penyelenggara festival durian di Padang Uak Tanding (PUT).

“Kita yang mengajukan anggaran, malah Festival durian di lapangan Dwi Tunggal yang menikmati anggarannya, ini sangat miris,” ungkap pihak YLH-SEBAR, Ishak Burmansyah, Senin (3/2/25).

Semestinya, kata Burandam (panggilan akrabnya), jika benar mau melakukan Festival Durian juga, kenapa tidak mengajukan usulan anggaran dari awal tahun kemarin.

Jika proses pengajuan sesuai dengan prosedur dan aturan main, lanjutnya, maka sudah tentu kegiatan Festival Durian tandingan tersebut (Festival Durian di Dwi Tunggal) akan masuk dalam agenda kegiatan daerah.

“Festival Durian di Dwi Tunggal masuk agenda kegiatan daerah apa tidak? Jadi kan lucu, jika Forkopimda punya agenda dadakan di mana sudah ada kegiatan yang sama dan bahkan sudah direncanakan lama,” imbuhnya.

Dijelaskan Burandam, Festival Durian di PUT merupakan lanjutan kegiatan Festival Durian pertama yang dilaksanakan tahun sebelumnya.

Sehingga dapat dibuktikan, bahwa kegiatan Festival Durian di PUT bukan dadakan. Untuk mendapatkan anggaran saja pihak mereka harus menempuh proses panjang dengan berbagai pertemuan.

“Untuk mendapatkan anggaran kegiatan tersebut, kita mengajukan proposal kepada pihak pemerintah dan pihak DPRD, berbagai pertemuan kita lakukan guna mendapatkan anggaran tersebut. Ketika sudah ada anggaran, malah dipakai untuk festival dadakan di Dwi Tunggal. Ini aneh, jelas ada yang janggal, siapa yang bermain dibalik semua ini?,” pungkasnya. (Red)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *