Satujuang.com – Makanan gorengan memang selalu menjadi pilihan favorit bagi sebagian orang di Indonesia, terutama saat berbuka puasa.
Dalam beberapa tahun terakhir, kuliner gorengan semakin populer dan tersedia dengan mudah di berbagai tempat, dari gerobak pinggir jalan hingga kedai makanan cepat saji. Namun, perlu diketahui bahwa mengonsumsi gorengan secara berlebihan memiliki dampak negatif pada kesehatan tubuh.
Dampak negatif tersebut dikarenakan pengolahan makanan gorengan menggunakan minyak yang dipanaskan dengan suhu tinggi.
Proses pemanasan tersebut menyebabkan terbentuknya senyawa-senyawa berbahaya seperti asam lemak trans dan acrylamide. Senyawa-senyawa tersebut dapat memicu berbagai jenis penyakit, mulai dari kanker, penyakit jantung, hingga diabetes.
Asam lemak trans yang terkandung dalam makanan gorengan, seperti kentang goreng, pisang goreng, atau tahu goreng, diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh dan menurunkan kadar kolesterol baik.
Hal ini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, stroke, dan penyakit lain yang berhubungan dengan kesehatan jantung.
Selain itu, acrylamide juga merupakan senyawa berbahaya yang terbentuk selama proses penggorengan. Senyawa ini diketahui dapat meningkatkan risiko kanker pada manusia, terutama kanker usus besar dan kanker payudara.
Hal ini disebabkan oleh senyawa ini dapat merusak DNA dalam tubuh dan memicu pertumbuhan sel kanker.
Sebaiknya, jika ingin mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa, disarankan untuk mengurangi porsi dan frekuensi konsumsi. Pilihlah jenis gorengan yang lebih sehat seperti bakwan atau tempe goreng yang dibuat dengan minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun atau minyak kelapa.
Selain itu, konsumsi makanan sehat lainnya seperti buah-buahan dan sayuran juga sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan tubuh.
Sumber:
1. The American Heart Association. (2021). How to Eat Healthy Without Giving Up Fried Foods. Diakses pada 9 April 2023, dari https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/nutrition-basics/how-to-eat-healthy-without-giving-up-fried-foods
2. Riset Kesehatan Dasar. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 9 April 2023, dari https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/hasil-riskesdas-2018.pdf











