Bengkulu, Satujuang.com – Dokter selalu standby, membuat Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Provinsi Bengkulu siap 24 jam.
“Dokter kita standby 24 jam dengan sistem oper siff dari pagi, sore dan malam,” sampai Kepala Ruangan IGD, Ns H Frevi Septiady S.Kep ketika dijumpai diruangannya, Senin (29/5/23).
Pelayanan pada IGD RSKJ memiliki keunggulan, tenaga medis yang ada dan standby di ruangan ini, mereka sudah berpengalaman dalam menghadapi berbagai jenis penyakit jiwa.
Selain menangani pengobatan pada jiwa si pasien, luka fisik pasien juga akan ditangani dengan baik oleh petugas IGD RSKJ.
Frevi mengungkapkan, direncanakan IGD RSKJ ke depan bisa melayani penyakit umum layaknya Rumah Sakit Umum. Saat ini kata dia, mereka sudah bisa, namun saat ini masih memprioritaskan pasien yang ada gangguan jiwanya dahulu.
“Kalau misalkan ada kecelakaan dekat sini, dan sifatnya emergency, juga tidak mungkin kami tolak, akan kami layani,” ungkap Frevi.
Untuk saat ini, kata dia, pasien kategori umum yang mengalami luka fisik masuk ke IGD RSKJ masih sangat jarang.
Alur penangan pasien yang masuk IGD RSKJ, setelah dilakukan pencatatan data pasien, dokter akan memeriksa dan melakukan tidakan awal, baru kemudian akan ada rekomendasi yang dikeluarkan si Dokter.
“Kalau misalkan harus rawat, akan kita bawa ke ruang rawat inap. Namun, jika sudah tenang dan aman jika dipulangkan, maka diputuskan untuk pulangkan,” urainya.
Yang menjadi kendala di IGD menurut Frevi adalah kurangnya support penuh dari keluarga kepada pasien.
Tidak sedikit pasien yang sudah pulang, hanya berlangsung 2 jam balik lagi ke RSKJ. Dikarenakan ucapan atau sikap dari salah satu pihak keluarga.
“Mereka sama sepeti kita, hanya saja mereka sedang sakit. Pihak keluarga adalah garda terdepan yang mwajib mengerti kondisi dan cara menanganinya. Baru kemudian orang lain yang di luar keluarga,” tutup Frevi mengakhiri. (Red/Adv)











