Disnaker Kab Blitar Gelar Pelatihan Bersertifikasi BNSP, Persiapkan Barber Adopsi Teknologi Modern

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Blitar – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar resmi menutup kegiatan pelatihan dan pendidikan skema Hair Styling Cutting (Barbershop) bagi pencari kerja, sekaligus uji kompetensi BNSP, bertempat di LPK Smart Junior Kanigoro, oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata, Aestetika, dan SPA (PARAS) Surabaya, Rabu (3/9/25).

Peserta pelatihan dan sertifikasi kompetensi Barbershop II merupakan hasil penjaringan peserta secara online melewati media sosial dan dari keluarga petani tembakau, yang sesuai dengan sasaran kegiatan yang didanai oleh Dana cukai yang sudah memenuhi persyaratan sebanyak 20 orang, melalui rekrutmen umum dari pendaftar Barbershop II di mana total pendaftar secara online sebanyak 293 orang.

Kepala Disnaker kabupaten Blitar Ivong Bettryanto mengatakan, Manfaat program ini untuk Peningkatan Kompetensi dan Daya Saing, termasuk peserta perempuan memperoleh keterampilan teknis dan profesional yang memenuhi standar industri.

“Sertifikasi BNSP meningkatkan legitimasi dan kepercayaan pelanggan, memungkinkan peserta bekerja di barbershop premium atau membuka usaha mandiri, serta membuka peluang kerja di pasar global,” ujarnya.

Dikatakannya, Program ini mendukung diversifikasi ekonomi di luar sektor pertanian, meningkatkan PDRB sektor jasa melalui barbershop profesional yang dapat menarik pelanggan lokal dan wisatawan. Ini memperkuat ekonomi kreatif dan pariwisata Blitar.

“Penyerapan Tenaga Kerja dan Pengentasan Pengangguran

Dengan melibatkan pemuda, perempuan, dan keluarga petani tembakau, program ini mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peluang kerja dan kewirausahaan,” jlentehnya.

Menurut Ivong, Pelatihan ini mempersiapkan barber untuk mengadopsi teknologi modern, seperti aplikasi pelanggan dan tren berbasis AI, memastikan profesi ini tetap relevan di tengah perkembangan teknologi.

Keterlibatan perempuan dalam pelatihan ini memperluas akses ke sektor jasa, yang secara tradisional didominasi laki-laki.

“Program ini memberdayakan perempuan untuk berkontribusi pada ekonomi lokal, mempromosikan inklusivitas dan kesetaraan gender,” tandasnya. (Herlina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *