Blitar, Satujuang.com – Seorang warga Blitar dilaporkan hanyut dan hilang terseret arus Sungai Brantas saat berlangsungnya kegiatan flushing atau penggelontoran air bendungan PLTA Jegu Wlingi Raya, Senin (18/5/26).
Hingga kini, korban yang diidentifikasi bernama Isnaini, warga Dawuhan, Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben tersebut masih dalam proses pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
Insiden maut ini bermula sekitar pukul 12.00 WIB ketika ribuan warga nekat turun ke dasar aliran Sungai Brantas untuk berburu ikan mabuk yang bermunculan akibat efek flushing.
Nahas, para pemburu ikan ini tidak menyadari adanya lonjakan debit dan kecepatan arus sungai yang meningkat drastis secara tiba-tiba dari arah hulu bendungan.
Menurut data BPBD, selain Isnaini, ada dua warga lain yang juga sempat tergulung arus sungai di lokasi berbeda namun beruntung nyawa mereka masih bisa diselamatkan.
Korban selamat pertama adalah Badi’, warga Desa Siraman, yang berhasil menepi ke daratan dan langsung dibawa ke kantor polisi terdekat untuk dimintai keterangan sebagai saksi mata.
Sementara korban selamat kedua yakni Yasmani, warga Kecamatan Kanigoro, yang sempat terseret arus di kawasan Kedung Ketek Jegu akibat kelelahan sebelum akhirnya dievakuasi warga.
Tragedi tahunan ini langsung memicu gelombang kritik dari masyarakat yang menilai pihak manajemen PLTA Jegu Wlingi Raya sangat minim dalam melakukan sosialisasi bahaya.
Meskipun pihak PLTA mengklaim telah memasang papan imbauan, warga menganggap perusahaan terkesan lepas tangan dan tidak pernah memberikan edukasi mitigasi secara langsung di lapangan.
“Seharusnya pihak terkait tidak hanya mengeluarkan imbauan, tetapi juga sosialisasi langsung. Flushing ini agenda tahunan dan pasti ada korban,” cetus Tantowi, warga Blitar kesal.
Merespons laporan kehilangan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, mengonfirmasi puluhan personel gabungan langsung dikerahkan ke lokasi kejadian.
Tim pencari yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, PMI, serta relawan ORARI dan RAPI hingga Senin sore terus melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di sepanjang jalur sungai.
“Korban atas nama Isnaini sampai saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Kami terus berkoordinasi di lapangan untuk mempercepat upaya evakuasi,” terang Wahyudi.
Petugas kembali mengeluarkan peringatan keras agar warga segera menjauhi area bantaran dan arus utama Sungai Brantas selama proses penggelontoran lumpur bendungan masih berjalan. (Herlina)











