Bayi Tanpa Anus Dari Benteng Dapat Perawatan di RS M Yunus Bengkulu

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Bengkulu – Markus Febriansyah, balita yang dikabarkan tidak memiliki anus, akhirnya mendapatkan perawatan di RS M Yunus Bengkulu.

Balita umur 1 tahun 8 bulan itu, sempat viral di beberapa media massa di Bengkulu, karena keterbatasan orang tuanya soal biaya pengobatan.

Ramai pemberitaan tentang keadaan Markus, memikat perhatian mata publik.

Termasuk Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah yang seketika memerintahkan Kepala Dinas sosial provinsi Bengkulu, Iskandar Zo dan kepala RS M Yunus untuk menangani Markus.

Hari ini (Minggu 18/9/22) Direktur RS M Yunus Bengkulu dr Anjari Wahyu Wardani turun langsung menangani Markus.

Markus sudah berada di RS M Yunus Bengkulu, ditemani orang tua dan Kepala Desa tempat tinggalnya.

Terlihat, dr Anjari selain memberi semangat juga berpesan kepada keluarga pasien untuk tetap bersabar.

“Saya selalu mendampingi keluarga Bapak Parulian Siregar sebelumnya menuliskan surat untuk meminta bantuan para donatur untuk biaya pengobatan,” kata Jumi Narti, relawan yang selalu mendampingi keluarga pasien.

Ia mengucapkan rasa syukur akhirnya pemerintah daerah sekaligus pihak RS sudah membantu dalam menangani Markus.

“Alhamdulillah respons cepat pihak pemerintah dan pihak rumah segera memberikan pertolongan hingga saat ini pasien telah berada di Rumah Sakit,” ujar Jumi.

Jumi juga berharap, selesai mendapatkan pengobatan dan perawatan (operasi) kondisi Markus kembali pulih seperti sediakala.

“Kewajiban kita membantu sesama yang membutuhkan apalagi kepada warga yang kurang mampu seperti Bapak Parulian ini, yang terkendala faktor ekonomi,” tutupnya. (Red/BT/Heri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *