Bareskrim Polri Hentikan Investigasi Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Jakarta – Bareskrim Polri telah menegaskan bahwa ijazah S1 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Presiden Ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) adalah dokumen asli.

Pernyataan ini disampaikan usai tim laboratorium forensik Bareskrim Polri memeriksa secara menyeluruh ijazah tersebut.

Dalam keterangannya, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, menjelaskan bahwa proses penyelidikan tidak menemukan indikasi tindak pidana terkait dugaan kepemilikan ijazah palsu.

“Kami telah menuntaskan uji laboratorium forensik dan tidak menemukan indikasi manipulasi atau pemalsuan,” ujarnya dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (22/5/25).

Djuhandhani menegaskan bahwa penyelidikan yang dilakukan bukan semata merespons pengaduan masyarakat (dumas), melainkan memberikan gambaran lengkap kepada publik terkait fakta-fakta yang terungkap.

“Kami ingin memastikan masyarakat memahami secara utuh hasil penyelidikan ini. Tujuan kami bukan sekadar menutup pengaduan, tetapi juga memperjelas fakta,” tegasnya.

Setelah memastikan keaslian ijazah Jokowi, Bareskrim Polri berharap situasi di masyarakat dapat kembali kondusif.

Atas dasar temuan tersebut, Bareskrim Polri memutuskan untuk menghentikan penyelidikan laporan yang dilayangkan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) terkait dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi.

“Dari pengaduan ini, dapat disimpulkan tidak ada unsur pidana. Oleh karena itu, penyidik memutuskan menghentikan kasus ini,” jelas Djuhandhani.

Sementara itu, pihak Universitas Gadjah Mada memberikan tanggapan atas keputusan Bareskrim Polri.

Sekretaris UGM, Andi Sandi Antonius, menyatakan bahwa penghentian kasus sepenuhnya adalah wewenang kepolisian.

“Perkara ini berada di ranah Bareskrim Polri, karena merekalah yang melakukan penyelidikan. UGM hanya memberikan keterangan dan dokumen sesuai permintaan,” terang Andi Sandi ketika dihubungi, Kamis (22/5).

UGM telah menyerahkan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan proses akademik Jokowi selama menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan.

Dokumen tersebut meliputi keterangan dari dekan, rekaman kesaksian alumni seangkatan, salinan ijazah, serta beragam dokumen administrasi mulai dari masa pendaftaran hingga kelulusan.

“Saya tidak ingat pasti jumlah dokumen yang diserahkan, tetapi kami melibatkan para senior yang satu angkatan dengan Bapak Joko Widodo,” ungkap Andi Sandi.

Menurutnya, bukti-bukti akademik ini tersimpan rapi di Fakultas Kehutanan UGM, termasuk berbagai foto kegiatan pribadi dan dokumen pendukung lainnya. (AHK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *