Satujuang, Bengkulu – Aksi demonstrasi yang dilakukan ratusan mahasiswa dengan mengatasnamakan Aliansi Bumi Rafflesia hampir ricuh.
Suasana antara pihak demonstran dengan Kepolisian yang menjalankan pengamanan aksi sempat menegang.
Masa demonstran ngotot ingin masuk ke dalam lingkungan kantor DPRD Provinsi Bengkulu.
Sempat terjadi aksi bakar ban oleh para mahasiswa dan mobil komando mahasiswa yang merangsek maju mencoba menerobos pertahanan pihak Kepolisian.
Namun aksi yang hampir anarkis ini berhasil dihentikan, sehingga masa masih tertahan didepan pintu masuk Kantor DPRD.
Terlihat di dalam halaman kantor DPRD, anggota kepolisian berseragam PDLT lengkap sudah bersiap untuk pengamanan lapis akhir.
Informasi terhimpun ada 9 point tuntutan masa yang terdiri dari gabungan organisasi mahasiswa ini, yakni:
- Menuntut pemerintah untuk merevisi Intruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025,
- Mendesak pemerintah untuk mengesahkan RUU Perampasan Aset,
- Mendesak pmerintah untuk mengevaluasi kinerja Polri,
- Menolak RUU TNI/Polri,
- Menuntut pemerintah untuk melakukan evaluasi progam MBG,
- Menolak pencabutan status honorer,
- Menolak UU Minerba,
- Mendesak pemerintah mewujudkan reforma agraria sejati sert meninjau PSN yang bermasalah,
- Menolak segala bentuk aktivitas pertambangan, perkebunan, yang mewujudkan deforestasi.
Dalam aksinya masa juga sempat meneriakkan terkait nama Bumi Rafflesia dan Bumi Merah Putih yang sedang viral saat ini di Bengkulu. (Red)






