Andarii Martias, Atlet Difabel Berprestasi  di Karimun Yang Terlupakan

Karimun – Sosok Andarii Martias (22), pemuda difabel asal Karimun, Provinsi Kepri, pernah menorehkan sejarah dalam dunia olahraga pada ajang Paralimpiade Nasional (Papernas) XVI di Papua pada tahun 2021 silam.

Peraih medali emas pada cabang renang inipun kini seakan terlupakan begitu saja oleh Pemprov Kepri serta Pemda Karimun.

Kala itu, ia diutus mewakili provinsi Kepri dalam ajang tersebut untuk cabang olahraga renang dan menjadi satu-satunya dari tiga atlet dari Kepri yang berhasil meraih medali emas.

“Kemarin berangkat ke Papua ada 4 orang, 3 atlet dan 1 official,” terangnya.

Sebagai atlet disabilitas berprestasi, dirinya sangat mengharapkan jaminan hidup yang lebih layak setelah berhasil membawa predikat medali emas dalam ajang bergengsi itu.

Apalagi era yang sulit mencari pekerjaan seperti saat ini untuk kesejahteraan hidup ke depannya.

Prestasi gemilang yang ia raih pada pentas olahraga nasional itu tidak segemilang kehidupannya.

Faktanya, perhatian dari pemerintah memang tidak dirasakan pemuda berusia 22 tahun itu. Pandangannya cemas-cemas penuh harap ketika ditanya mengenai hal itu.

Setelah berhasil memboyong medali emas, dirinya sempat dijanjikan untuk bekerja sebagai tenaga honorer di lingkup Pemerintah Daerah Karimun.

Namun, harapannya dari janji itu hingga saat ini belum kunjung terealisasi. Dirinya hanya bisa berdiam diri di rumah, berharap kabar baik itu segera datang padanya.

“Sekarang kita juga tidak tahu janji dipekerjakan sebagai honor itu bagaimana, sementara yang kita dengar saat ini honor sudah dihapuskan,” ujarnya, Rabu (14/6/22).

Bantuan-bantuan yang semestinya ia terima juga justru belum diperoleh hingga saat ini. “Dari Dispora Provinsi sudah minta rekening, tapi katanya dijanjikan bulan November nanti,” jelasnya.

Hal yang sama juga dari pemerintah Karimun. Ia bahkan sempat dijanjikan akan mendapat bantuan karena prestasi yang diraihnya.

“Dari kabupaten kemarin cuma bilang cari pengalaman aja mengikuti lomba itu ya. Pas balik itu, dibilang nanti ada dibantu tapi tidak disebutkan,” ucapnya.

Meksi begitu, ia mengaku akan tetap terus memupuk semangatnya dalam menorehkan prestasi gemilang pada ajang-ajang yang lebih besar lainnya.

Bahkan, dirinya berharap dapat ambil bagian pada ajang internasional Para Sea Games yang akan berlangsung di Solo pada Agustus 2022 mendatang.

“Bulan 8 nanti untuk ajang internasional para Sea Games sedang diusahakan ikut di kota Solo. Vietnam merupakan tuan rumah dalam ajang tersebut, namun keterbatasan alat, maka even dilaksanakan di kota Solo,” jelasnya.

“Para Sea Games ini juga ajang bagi para atlet disabilitas. Ini malah cakupannya dari berbagai negara,” tutupnya. (Esp)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *