Diduga Keracunan Menu MBG, 7 Siswa SDN 59 Kota Bengkulu Dilarikan ke IGD

2 menit baca

Kota Bengkulu, Satujuang.com – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bengkulu kembali menuai sorotan tajam.

Tujuh siswa SDN 59 Kota Bengkulu dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) akibat diduga mengalami gangguan kesehatan usai menyantap menu MBG, Jumat (4/9/26).

Insiden tersebut memuncak setelah pihak sekolah menemukan aroma menyengat dari salah satu menu makanan, yakni sempol ayam.

Sejumlah siswa yang terlanjur mengonsumsi makanan tersebut mengeluhkan pusing, mual, hingga muntah-muntah.

Guru SDN 59 Kota Bengkulu, Ningrum Hartanti, menceritakan kebiasaannya yang selalu memeriksa kelayakan makanan sebelum dibagikan kepada para murid di kelas.

“Kebiasaan saya selalu mencium makanan yang ada di dalam ompreng karena ingin memastikan. Setelah saya cek dan aman di kelas, baru saya bagikan,” jelas Ningrum.

Namun, kecurigaan timbul saat Ningrum memeriksa jatah makanan untuk guru ketika kembali ke kantor.

Ia mendapati menu sempol ayam sudah mengeluarkan aroma yang sangat tidak layak.

“Setelah itu saya kembali ke kantor dan mencium makanan untuk guru. Ternyata sempol ayam itu baunya sudah sama sekali tidak enak, kemudian saya lapor dengan Ibu Kepsek,” katanya.

Ningrum bahkan menegaskan bahwa aroma tak sedap dari sempol ayam tersebut bukan sekadar bau basi biasa.

“Sempolnya, baunya bukan bau basi tapi bau busuk,” tegas Ningrum.

Kepala sekolah segera menginstruksikan agar sisa makanan tidak lagi dikonsumsi. Namun, sejumlah murid di beberapa kelas ternyata telah telanjur menyantap jatah makanan mereka.

Sekitar 15 menit pasca menyantap makanan, beberapa siswa mulai merasakan reaksi fisik berupa sakit perut, pusing, hingga muntah. Pihak sekolah langsung mengambil tindakan cepat membawa para murid ke rumah sakit.

“Kami pihak sekolah melarikan murid-murid ke IGD. Awalnya ke Puskesmas, tapi ditolak dan diminta langsung ke IGD,” tambah Ningrum.

Terpisah, Direktur RSHD Kota Bengkulu, dr Lista Cerlyviera, mengonfirmasi bahwa ketujuh siswa yang dirujuk ke IGD saat ini dalam kondisi relatif stabil usai mendapat penanganan medis.

“Penanganannya sesuai dengan gejala yang ada. Sekarang posisinya anak-anak sudah stabil, tapi memang ada yang mual, sakit perut, dan BAB tapi tidak berulang kali. Kita beri obat untuk mengatasi gejalanya,” terang dr Lista.

dr Lista menambahkan, kondisi para siswa tidak tergolong berat diduga karena para murid tidak menghabiskan porsi makanan setelah merasakan kejanggalan rasa pada menu tersebut.

“Kondisinya tidak terlalu berat mungkin karena makannya tidak sampai habis. Distop makannya karena sudah terasa tidak enak,” pungkasnya.

Penyebab pasti keluhan kesehatan massal yang dialami para siswa SDN 59 Kota Bengkulu ini masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan penelusuran resmi dari pihak berwenang. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *