Komitmen Jaga Situs Sejarah, Kelompok Arca Gaprang Jadi Ruang Perekat Toleransi Warga Lintas Agama

2 menit baca

Kabupaten Blitar, Satujuang.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Gaprang mengapresiasi tinggi pembangunan rehabilitasi tempat Kelompok Arca Gaprang yang sukses dilakukan 100 persen swadaya masyarakat.

Langkah ini menjadi instrumen sosiologis kuat untuk memperkuat kerukunan warga.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Gaprang, Asharul Fahruda, usai menghadiri malam tasyakuran Balai Baru Arca Mbah Gedhe.

Agenda ini dipusatkan langsung di depan cagar budaya Dusun Gaprang II, Sabtu (13/6/26) malam.

Menurut Asharul, pemugaran situs peninggalan sejarah ini menjadi momentum penting dalam menjaga warisan leluhur.

Pihaknya berharap rasa kebersamaan dan semangat gotong royong warga dapat terus dirawat secara berkelanjutan.

Ia juga berpesan agar masyarakat senantiasa menjaga toleransi di tengah keberagaman agama yang dianut oleh warga desa.

Perbedaan keyakinan diimbau tidak menjadi celah perpecahan di tingkat akar rumput.

“Maka harus kedepankan kehidupan yang saling menghormati, menghargai, dan sinergi dalam bingkai NKRI,” kata Asharul Fahruda menegaskan komitmen kebangsaan di tingkat desa.

Proyek pelestarian budaya ini murni lahir dari sumbangsih penuh pemikiran, logistik material, hingga tenaga fisik masyarakat.

Guna menandai kebangkitan budaya lokal, agenda syukuran yang digerakkan Pokdarwis dan pemuda dipungkasi dengan pagelaran wayang kulit.

Pertunjukan sakral tersebut dipimpin oleh Dalang Ki Djoko Edan dari Lodoyo yang membawakan lakon filosofis “Wahyu Kamulyan Jati”.

Kemeriahan malam budaya Jawa itu kian semarak dengan hadirnya penampilan duet lawak Jo Kitik dan Jo Klutuk. (Herlina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *