Dugaan Skandal Hubungan Terlarang Oknum Guru PPPK di Talo Coreng Marwah Pendidikan

Seluma, Satujuang.com – Kasus dugaan skandal oknum guru PPPK Talo yang bertugas di salah satu SD Negeri kini mencoreng marwah dunia pendidikan di Kabupaten Seluma.

Oknum aparatur sipil negara berinisial RP tersebut diduga kuat terlibat hubungan asmara terlarang dengan seorang pria beristri inisial F yang tinggal di wilayah Kecamatan Talo.

Kabar mengenai dugaan skandal oknum guru PPPK Talo ini mencuat setelah keduanya dilaporkan kerap menunjukkan kedekatan yang tidak pantas di depan publik.

Pria berinisial F tersebut diketahui masih berstatus sebagai suami sah dari perempuan lain, sehingga memicu kemarahan warga sekitar yang mengetahui hal itu.

Pada Rabu malam (13/5), RP bahkan dilaporkan sempat meninggalkan rumah untuk pergi bersama pria tersebut menggunakan sebuah kendaraan roda empat.

Menurut keterangan seorang warga, hubungan kedekatan antara keduanya diduga sudah terjalin cukup lama di luar sepengetahuan pihak keluarga masing-masing.

Pihak keluarga awalnya sempat tidak mempercayai kabar miring tersebut dan menilai bukti dokumentasi yang beredar hanya hasil editan komputer semata.

Namun, belakangan beredar sebuah rekaman video yang memperlihatkan tindakan mesra layaknya sepasang kekasih di dalam kabin mobil yang sedang berjalan.

Perilaku tidak terpuji dari seorang tenaga pendidik ini langsung memicu gelombang kecaman keras dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Seluma.

Warga menilai tindakan asusila tersebut sangat tidak layak dilakukan oleh seorang guru yang seharusnya menjadi panutan moral bagi siswa sekolah.

“Tidak pantas jadi tenaga pendidik. Harus diberi sanksi tegas, kalau bisa segera diproses,” ketus seorang warga dengan nada penuh rasa kecewa, Minggu (17/5/26).

Kesigapan pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Seluma menyikapi persoalan ini menjadi kunci demi terjaganya marwah pendidikan di daerah.

Langkah tegas dari instansi terkait dinilai sangat penting untuk menjaga integritas profesi keguruan dari tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab.

Hingga berita ini diterbitkan, jajaran redaksi masih berupaya menghubungi pihak sekolah maupun oknum guru terkait guna mendapatkan konfirmasi yang berimbang. (da)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *