Satujuang, Seluma- Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tais disinyalir melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite melebihi batas yang ditetapkan untuk kendaraan roda dua, melebihi lima liter per hari, Senin (9/3/26).
Praktik ini diduga melanggar Surat Edaran (SE) Gubernur Bengkulu Nomor B.500.10/558/ESDM/2025 tentang Pengaturan Pembelian BBM di SPBU.
Aturan tersebut secara jelas membatasi pengisian Pertalite maksimal 5 liter per hari untuk kendaraan roda dua dan 25 liter per hari untuk kendaraan roda empat.
Berdasarkan pantauan di lokasi SPBU Tais, seorang pengendara sepeda motor jenis Suzuki Thunder terlihat menyerahkan uang sebesar Rp200 ribu kepada operator untuk pengisian Pertalite.
Nilai transaksi tersebut mengindikasikan pengisian BBM yang jauh melampaui batas maksimal harian bagi kendaraan roda dua.
Selain itu, mayoritas pembeli Pertalite di SPBU Tais tampak menggunakan sepeda motor bertangki besar seperti Suzuki Thunder dan jenis serupa.
Seorang masyarakat yang enggan disebutkan namanya mengaku sempat menyaksikan langsung transaksi pengisian berlebih tersebut.
“Saya lihat dia menyerahkan uang Rp200 ribu dan nominal pengisian juga berada di angka 20 literan,” ujar masyarakat tersebut.
Menanggapi dugaan ini, Pengawas SPBU Tais Milian Jayadi tidak menampik adanya kejadian pengisian BBM yang melebihi batas.
Jayadi menyebut insiden tersebut merupakan kelalaian dalam pengawasan di lapangan karena tidak setiap saat pengawas berada di mesin pengisian.
Ia memastikan akan memberikan sanksi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) kepada operator yang kedapatan melanggar aturan pengisian.
“Sudah saya intruksikan, motor hanya diperbolehkan mengisi 5 liter dan mobil itu 25 liter,” ujar Jayadi.
Meski demikian, Jayadi mengakui bahwa dalam kondisi tertentu masih ada kendaraan roda dua yang diisi BBM melebihi lima liter.
Menurutnya, hal itu disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan untuk membantu konsumen yang benar-benar membutuhkan.
“Kalau memang benar-benar membutuhkan tentu kita bantu dengan cara dua kali scan barcode atau pengisian 10 liter,” ujar Jayadi. (da)











