Satujuang, Bengkulu – Setelah melalui proses seleksi yang panjang, PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bengkulu akhirnya resmi memiliki Direktur Kepatuhan.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, melantik Somi Mohamad Yunus untuk mengisi posisi strategis tersebut di Aula H Mochtar Azehari, Graha Bank Bengkulu, Kamis (30/4/26).
Pelantikan ini didasarkan pada Surat Keputusan Dewan Komisaris PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu Nomor 05 Tahun 2026. Somi Mohamad Yunus akan mengemban amanah tersebut untuk masa jabatan 2026 hingga 2030.
Gubernur Helmi Hasan mengakui bahwa pengisian jabatan ini memerlukan waktu yang tidak sebentar demi mendapatkan sosok yang tepat.
Kehadiran Direktur Kepatuhan definitif diharapkan menjadi motor penggerak dalam memperkuat tata kelola bank milik daerah tersebut.
“Pemilihan Direktur Kepatuhan ini prosesnya cukup panjang. Dengan penantian itu, tentu kita harapkan kualitasnya betul-betul baik, sehingga Bank Bengkulu tidak memiliki persoalan, baik internal maupun eksternal,” ujar Helmi usai prosesi pelantikan.
Gubernur menekankan bahwa tugas besar telah menanti Somi, terutama dalam mengawal setiap individu di jajaran Bank Bengkulu agar tetap tegak lurus pada aturan yang berlaku.
Sebagai Direktur Kepatuhan, Somi memiliki peran vital sebagai pengawas internal independen.
Ia bertanggung jawab memastikan seluruh operasional perbankan patuh terhadap regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta standar Good Corporate Governance (GCG).
Langkah ini krusial untuk memitigasi risiko hukum dan menjaga reputasi Bank Bengkulu di mata nasabah dan mitra kerja.
Di luar agenda pelantikan, Gubernur Helmi Hasan juga mengapresiasi kerja keras jajarannya yang membawa Provinsi Bengkulu meraih dua predikat terbaik nasional dari Kemendagri, yakni dalam hal pengendalian inflasi dan penurunan angka pengangguran.
Atas capaian tersebut, Bengkulu menerima dana insentif sebesar Rp6 miliar.
Gubernur berencana mengalokasikan dana tersebut untuk memperkuat sektor UMKM melalui kegiatan Semarak Merah Putih.
“Dana ini akan kita manfaatkan di 12 titik kegiatan dengan melibatkan pelaku UMKM. Tujuannya jelas, agar perputaran uang meningkat, ekonomi bergerak, dan inflasi tetap terkendali. Saya optimistis Bengkulu akan terus maju,” pungkasnya. (Red)






