Satujuang, Blitar- Nama Nasa Barcelona menjadi salah satu kandidat yang diusulkan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar pada 28 Maret 2026.
Sosok yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Blitar dari Fraksi PKB tersebut turut mencuri perhatian dalam bursa calon Ketua DPC PKB.
Anggota DPRD Nasa Barcelona menyatakan keterkejutannya atas pencalonannya, namun menegaskan kesiapannya menjalankan amanah partai.
“Tentu harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Nasa pada awak media, Senin (30/3/26).
Ia menilai dinamika yang terjadi dalam Muscab merupakan bagian dari proses demokrasi internal partai yang harus dihormati.
Nasa juga menegaskan komitmennya untuk tetap setia terhadap keputusan partai. Ia mengakui dirinya masih tergolong kader baru yang membutuhkan banyak pembelajaran dari senior PKB.
“Kalau dipercaya, saya siap menjalankan amanah dan berupaya membawa PKB ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu tantangan besar ke depan adalah melakukan pembenahan di tingkat akar rumput.
Nasa menyoroti pentingnya pembenahan di tingkat akar rumput, terutama setelah dinamika internal sebelumnya yang menyebabkan melemahnya jaringan di PAC dan ranting.
“Ini harus kita benahi bersama,” tandasnya.
Selain itu, Nasa menekankan pentingnya regenerasi kader sebagai langkah strategis untuk memperkuat partai ke depan.
Ia berharap struktur kepengurusan dapat diisi oleh kombinasi kader senior dan generasi muda yang lebih progresif.
“Regenerasi itu penting. Kita harus memberi ruang bagi kader muda agar bisa berkembang, tentu tetap didampingi para senior,” papar Nasa.
Target peningkatan perolehan kursi legislatif juga menjadi fokus utama. Nasa menyebutkan bahwa pada periode saat ini PKB Kabupaten Blitar berhasil meraih 11 kursi di DPRD.
“Ke depan, target kita tentu meningkatkan jumlah kursi. Minimal bisa naik menjadi 13 kursi atau lebih,” pungkas Nasa.
Muscab PKB Kabupaten Blitar sendiri menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan dan strategi partai ke depan, termasuk dalam menghadapi kontestasi politik yang akan datang. (Herlina)











