Satujuang, Bengkulu- Anggaran pembangunan jalan di Provinsi Bengkulu yang diklaim naik Rp500 miliar dan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, nampaknya tidak termasuk untuk jalur vital ini.
Jalur penghubung vital antara Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, hingga Kabupaten Lebong justru luput dari perbaikan.
Kondisi jalan ini telah lama menjadi keluhan masyarakat dan bahkan sempat viral di media sosial.
Berdasarkan pantauan langsung pewarta hari ini, Minggu (22/3/26), kerusakan paling parah terlihat di Jalan Lintas Bengkulu, Kecamatan Tanjung Agung Palik, Bengkulu Utara.
Meskipun tahun 2025 disebut sebagai periode “banjir anggaran” infrastruktur, aspal di kawasan tersebut tetap rusak.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, sebelumnya sempat membanggakan lonjakan drastis anggaran infrastruktur di masa kepemimpinannya.
Ia menyebutkan bahwa anggaran untuk jalan provinsi melonjak dari sekitar Rp10 miliar menjadi lebih dari Rp500 miliar.
“Anggaran untuk jalan provinsi naik Rp500 miliar lebih, terbesar sepanjang sejarah sejak Provinsi Bengkulu didirikan,” ujar Gubernur Helmi pada Rabu (30/4/25) silam.
Gubernur Helmi juga menegaskan bahwa dana tersebut akan digunakan sepenuhnya untuk membangun jalan provinsi.
Komitmen tersebut kembali ia pertegas saat menerima kunjungan Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, pada September 2025.
Bahkan saat itu, Gubernur Helmi menyebut alokasi APBD untuk infrastruktur jalan hampir menyentuh Rp600 miliar.
Saat itu Ia menekankan pentingnya akses jalan yang layak untuk mendukung mobilisasi hasil pertanian, khususnya di kawasan transmigrasi.
Namun, angka fantastis tersebut terasa hambar bagi para pengguna jalan di Tanjung Agung Palik.
Kondisi jalan yang dipenuhi lubang menganga, beberapa di antaranya bahkan menyerupai kubangan, kian memperihatinkan.
Kerusakan ini diprediksi akan menjadi momok menakutkan bagi para pemudik selama Lebaran 2026.
Selain mengancam keselamatan jiwa, kerusakan jalan yang parah ini dipastikan bakal mempercepat kerusakan komponen kendaraan dan menghambat denyut ekonomi masyarakat. (Red)






