Satujuang, Seluma- Penyidik Polres Seluma tengah mendalami dugaan keterlibatan operator SPBU Tais dalam praktik pengunjalan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, menyusul penangkapan seorang terduga pelaku.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Seluma mengamankan terduga pelaku pengunjalan BBM bersubsidi jenis Pertalite dalam Operasi Pekat Nala I Tahun 2026.
Penangkapan ini membuka kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam praktik penimbunan BBM bersubsidi di wilayah Kabupaten Seluma.
Kapolres Seluma Bonar Ricardo P Pakpahan, didampingi Wakapolres Fakhrul Ikhwan, Kasat Reskrim Panji Nugraha, serta Kasi Humas Desty Sukarlia Sari, menjelaskan hal tersebut kepada awak media pada Kamis (12/3/26).
Penangkapan pelaku akan menjadi pintu masuk untuk mengungkap jaringan yang mungkin terlibat dalam praktik pengunjalan BBM bersubsidi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga menggunakan puluhan barcode berbeda untuk dapat melakukan pengisian BBM bersubsidi secara berulang di SPBU.
“Pelaku menggunakan lebih dari 30 barcode berbeda dan tangki yang sudah dimodifikasi untuk pengisian BBM,” jelas Kapolres pada Rabu (11/3) sore kemarin.
Modus tersebut memungkinkan pelaku mengisi BBM dalam jumlah besar dengan memanfaatkan sistem barcode yang seharusnya membatasi distribusi BBM bersubsidi.
Penyidik masih terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat.
“Untuk kemungkinan keterlibatan pihak operator SPBU, saat ini masih kami dalami. Beberapa operator sudah kami mintai keterangan,” tegas Kapolres.
Saat ini, sejumlah operator SPBU Tais tengah diperiksa secara bergantian oleh penyidik Satreskrim Polres Seluma.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah terdapat unsur pembiaran ataupun keterlibatan langsung dalam praktik pengisian BBM secara berulang tersebut.
Sementara itu, Manager SPBU Tais Tanzil, saat ditemui di ruang kerjanya, menegaskan bahwa pihaknya sedang melakukan pembenahan agar lebih baik lagi ke depannya.
“Saya baru satu bulan di Tais ini dan sudah menemukan berbagai polemik yang terjadi. Jujur saya kaget dengan penemuan ini,” ungkap Tanzil.
Ia menegaskan kepada seluruh petugas SPBU Tais agar bekerja profesional sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Saya sudah menegaskan agar seluruh petugas bekerja sesuai SOP,” tegas Tanzil.
Ia juga tidak segan-segan untuk mengeluarkan petugas yang terbukti bertentangan dengan aturan perusahaan dalam melayani masyarakat. (da)











