Satujuang, Blitar- Perhutani Blitar mendukung penuh program pemerintah dalam rencana pembentukan markas militer baru.
Dukungan ini terkait Brigif Teritorial Pembangunan (BTP) dan Yonif Teritorial Pembangunan (YTP) Tahap IV hingga VI Tahun 2026.
Perhutani Blitar mendampingi pemeriksaan lapangan calon lokasi pembangunan di kawasan hutan pada Kamis (12/3/26).
Kegiatan ini berlangsung di wilayah Komando Distrik Militer (Kodim) 0808/Blitar dan Komando Resor Militer (Korem) 081/Dhirotsaha Jaya.
Kodim 0808/Blitar telah menyiapkan satu lokasi untuk BTP dan dua lokasi untuk YTP.
Tim Kementerian Pertahanan melakukan pengecekan di tiga lokasi dipimpin oleh Asril Arifin.
Lokasi pertama adalah RPH Jajagan Desa Jugo Kecamatan Kesamben, direncanakan untuk Yonif TP dan Brigif TP.
Lokasi kedua dan ketiga berada di RPH Sumberboto Desa Tambakrejo Kecamatan Wonotirto, khusus untuk rencana Yonif TP.
Asril Arifin menjelaskan hasil pemeriksaan lapangan. Lokasi di RPH Jajagan dinilai paling memenuhi kriteria.
Area tersebut memiliki akses yang baik dan tersedia jaringan listrik.
Kondisi topografi lahan di RPH Jajagan juga relatif datar, memudahkan proses pembangunan.
“Selanjutnya akan dilakukan pemancangan batas sementara sebagai salah satu persyaratan pengajuan Izin Penggunaan Kawasan Hutan kepada Kementerian Kehutanan,” ujar pemimpin tim Kementerian Pertahanan, Asril Arifin.
Di tempat yang sama, Perhutani menegaskan dukungannya. Asper Kesamben Jemiran menyampaikan pernyataan tersebut mewakili Administratur Perhutani KPH Blitar.
“Perhutani mendukung program pemerintah dalam pembentukan Brigif Teritorial Pembangunan dan Yonif Teritorial Pembangunan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Asper Kesamben, Jemiran. (Herlina)











