Tiga Mobil Damkar Lebong di Pos Induk Rusak, Satu Unit Beroperasi

Satujuang, Lebong- Kondisi armada Damkar Lebong milik Pemerintah Kabupaten Lebong sangat memprihatinkan karena hanya satu dari empat unit mobil yang ada di pos induk kelurahan Amen, hanya satu armada yang siap beroperasi normal.

Tiga unit mobil pemadam kebakaran lainnya mengalami kerusakan parah dan tidak layak digunakan untuk operasional.

Seluruh kendaraan yang rusak kini terparkir di halaman Kantor Damkar Kabupaten Lebong, yang berlokasi di Kelurahan Amen.

Keterbatasan armada ini menjadi pekerjaan rumah mendesak bagi pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan atau penambahan kendaraan operasional.

Minimnya armada berdampak langsung pada pelayanan penanganan kebakaran, terutama saat kejadian di lokasi jauh atau ketika muncul lebih dari satu insiden secara bersamaan.

“Petugas sering menghadapi tekanan masyarakat karena tidak selalu bisa merespons cepat, akibatnya kerugian kebakaran bisa lebih besar,” ujar petugas yang enggan disebutkan namanya, Rabu (11/3/26).

Saat ini, Damkar Kabupaten Lebong hanya mengandalkan satu armada yang masih berfungsi, yakni mobil bernomor polisi BD 8019 HY.

Sementara itu, tiga unit lainnya tidak dapat dioperasikan karena mengalami kerusakan pada sistem pengapian, aki, dan kopling.

Ketiga kendaraan yang rusak tersebut bernomor polisi BD 8003 HY, BD 4030 HY, dan BD 9072 HY.

Menanggapi kondisi tersebut, Samijo dari Satpol PP bidang Damkar membenarkan bahwa hanya satu armada yang dapat digunakan di pos induk.

“Ya benar, di pos induk dari empat armada hanya satu yang bisa beroperasi,” kata Samijo saat ditemui di Kantor Satpol PP Lebong, Kamis (12/3).

Ia menjelaskan bahwa kerusakan utama berada pada aki yang harus diganti serta masalah pada kopling kendaraan.

Menurut Samijo, dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun Anggaran 2026, biaya suku cadang kendaraan operasional Satpol PP dan Damkar hanya sekitar Rp7 juta.

Samijo berharap Pemerintah Kabupaten Lebong dapat menambah anggaran pada APBD Perubahan agar seluruh mobil Damkar kembali beroperasi.

“Kami berharap ada penambahan anggaran sehingga semua mobil Damkar bisa beroperasi kembali,” pungkas Samijo. (Red).

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *