Seluruh Warga Bengkulu Wajib Melek Digital Mulai Sekarang

Satujuang, Kota Bengkulu- Penerapan sistem pembayaran parkir non-tunai QRIS di Belungguk Point menjadi momentum penting bagi seluruh warga Kota Bengkulu untuk Wajib Melek Digital, Selasa (17/2/26).

Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menegaskan bahwa transformasi ini bukan sekadar perubahan teknis pembayaran, melainkan ajakan bagi masyarakat agar Wajib Melek Digital dan tidak tertinggal oleh pesatnya perkembangan zaman.

“Kita harus melakukan migrasi dari tunai ke non-tunai. Memang mengubah budaya itu butuh proses, tapi kalau tidak dimulai sekarang, Bengkulu akan tertinggal,” ujar Dedy saat meninjau lokasi uji coba di Belungguk Point beberapa waktu lalu.

Penerapan QRIS di sektor perparkiran secara tidak langsung menuntut warga untuk lebih akrab dengan penggunaan smartphone dan aplikasi dompet digital.

Selama ini, penggunaan teknologi seringkali hanya terbatas pada media sosial, namun kini teknologi mulai masuk ke ranah transaksi publik yang mendasar.

Terkait hal tersebut, Dedy menjelaskan bahwa kesiapan warga dalam menghadapi sistem ini akan menjadi tolok ukur kemajuan kota.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena sistem QRIS dirancang untuk memberikan kemudahan dan keadilan transaksi.

Sistem ini juga mengatasi masalah ketiadaan uang kembalian yang sering memicu sengketa kecil di lapangan.

Meski tantangan adaptasi budaya cukup besar, Pemerintah Kota Bengkulu terus melakukan sosialisasi dan pendampingan di lapangan.

Para juru parkir di Belungguk Point kini berperan ganda, tidak hanya mengatur kendaraan tetapi juga menjadi edukator bagi pengendara yang belum terbiasa melakukan scanning kode QR.

“Selama ini sering terjadi parkir motor Rp2.000 tapi karena tidak ada uang receh, warga membayar Rp5.000 dan tidak dikembalikan. Dengan QRIS, nominal yang dibayar pas. Ini lebih adil untuk warga dan menguntungkan daerah karena menutup celah kebocoran PAD,” tegas Dedy.

Pemerintah berharap, melalui pilot project di Belungguk Point ini, kesadaran masyarakat untuk Wajib Melek Digital akan tumbuh secara organik.

Jika masyarakat sudah terbiasa dan Wajib Melek Digital, skema serupa akan segera diperluas ke titik-titik parkir lainnya di seluruh wilayah Kota Bengkulu sebagai bagian dari visi besar menuju Smart City. (Red)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar