Satujuang, Bengkulu Utara- Desa Tanah Hitam, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, meraih Juara I Program SADESAHE dan hadiah Rp1 miliar, menjadikannya pionir ketahanan pangan Bengkulu, Kamis (29/1/26).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dalam kegiatan Panen Raya Jagung.
Helmi Hasan menegaskan, program SADESAHE merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu dan Forkopimda mendukung ketahanan pangan nasional Presiden Prabowo Subianto.
“Alhamdulillah, Desa Tanah Hitam menjadi juara pertama,” ucap Helmi Hasan.
Ia mengatakan, kepala desa sempat tidak percaya menanam jagung bisa mendapat hadiah Rp1 miliar, yang merupakan wujud komitmen kuat Pemprov dan Forkopimda mendukung program Presiden.
Lanjut Helmi, SADESAHE bertujuan membangkitkan kembali semangat masyarakat desa untuk bertani sebagai fondasi utama ketahanan pangan, melalui konsep satu desa atau kelurahan minimal memiliki satu hektare lahan tanam.
“Kita ingin masyarakat kembali antusias menanam,” jelas Helmi Hasan.
Dirinya berharap, Indonesia tidak mudah terdampak lonjakan harga bahan pokok karena program ini dimulai dari desa, dengan pengembangan ke depan tidak hanya jagung tetapi juga umbi-umbian, cabai, dan tomat.
Terkait hadiah yang diterima, Gubernur Helmi Hasan mengimbau agar dana Rp1 miliar tersebut digunakan untuk menambah lahan tanam dan dijadikan aset milik desa.
“Kalau uangnya dibagikan bisa memicu konflik,” tegas Helmi Hasan.
Gubernur menyarankan agar dana Rp1 miliar tersebut dibelikan lahan, misalnya menjadi 10 hektare, agar menjadi kebanggaan desa dan memastikan tidak ada lagi desa atau kelurahan tanpa lahan pertanian.
Sebelum pelaksanaan panen raya, kegiatan diawali dengan peletakan batu pertama pembangunan Tugu Jagung sebagai simbol keberhasilan dan semangat keberlanjutan program SADESAHE.
Sementara itu, Kapolda Bengkulu Mardiyono menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Kapolda mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Provinsi Bengkulu, pemerintah daerah, desa, kelompok tani, serta penyuluh pertanian.
Hingga kini, program SADESAHE telah diikuti 1.298 desa dengan total luas lahan lebih dari 1.299 hektare di seluruh Provinsi Bengkulu.
“Program SADESAHE tidak boleh berhenti sebagai lomba semata,” ujar Kapolda Mardiyono.
Kapolda menekankan, program ini harus berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung stabilitas pangan dan kamtibmas di Bengkulu.
Untuk diketahui, pada SADESAHE Tahun 2025, Desa Tanah Hitam meraih Juara I dengan hadiah Rp1 miliar.
Juara II diraih Desa Pelajaran II, Kabupaten Kaur, dengan Rp500 juta, dan Juara III Desa Ulak Lebar, Kabupaten Bengkulu Selatan, memperoleh Rp250 juta.
Sementara itu, Juara Harapan I hingga III masing-masing adalah Desa Sumber Rejo (Rp100 juta), Desa Batu Kalung (Rp75 juta), dan Desa Nenggalo (Rp50 juta).
Selain itu, Kelurahan Betungan, Kota Bengkulu, meraih kategori Desa/Kelurahan Inovatif Teknologi Budidaya Jagung Terbaik.
Lomba Partisipasi Masyarakat dalam Penanaman Cabai Tahun 2025 dimenangkan oleh Desa Sri Kuncoro (Bengkulu Tengah), Desa Tabeak Belau (Lebong), dan Desa Sukasari (Seluma).
Rangkaian kegiatan ditutup dengan panen raya jagung dan penanaman umbi uwi ungu secara simbolis, menunjukkan komitmen diversifikasi pangan dan ketahanan pangan berkelanjutan di Provinsi Bengkulu. (RlsKominfo)











