Satujuang, Bengkulu- Asosiasi Media dan Jurnalis (AMJ) akan resmi dideklarasikan di Bengkulu pada Senin, 2 Februari 2026, menyatukan konten kreator, media siber, dan jurnalis profesional.
Deklarasi yang digelar di Hotel Mercure, Bengkulu, ini mengusung tema “Kolaboratif dan Adaptif di Era Transformasi Digital”. Momen ini menjadi tonggak sejarah baru bagi ekosistem media di daerah, Senin (26/1/26).
Asosiasi Media dan Jurnalis hadir sebagai wadah unik yang menyatukan penggiat media sosial, media siber, serta jurnalis profesional.
Integrasi lintas elemen ini dirancang untuk merespons lanskap media masa kini yang menuntut sinergi antara kecepatan platform digital dan ketajaman jurnalisme.
Tujuan utama Asosiasi Media dan Jurnalis adalah menjadi rumah bagi para praktisi media. Ini untuk mencapai kepentingan bersama secara profesional, beretika, dan bertanggung jawab.
Visi organisasi ini adalah mewujudkan media dan jurnalis yang produktif, kompeten, dan berdaya saing. Selain itu, visi ini juga untuk berkontribusi nyata bagi bangsa di tengah arus transformasi digital.
Misi utama Asosiasi Media dan Jurnalis meliputi:
- Menjamin keberlangsungan eksistensi media dan jurnalis.
- Meningkatkan standar profesionalisme anggota.
- Melindungi dan memperjuangkan hak serta kepentingan insan pers.
- Mengoptimalisasi kemajuan teknologi informasi.
- Membangun kemitraan strategis untuk mendukung pembangunan lintas sektor.
Keanggotaan Asosiasi Media dan Jurnalis terbuka bagi pengguna platform media sosial serta media siber berbadan hukum Indonesia.
Mereka harus tunduk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Dengan landasan ini, Asosiasi Media dan Jurnalis mempertegas komitmennya dalam menjaga kebebasan pers yang bertanggung jawab dan sesuai kode etik.
Penggagas sekaligus pendiri AMJ, WIBowo Susilo, menyatakan bahwa organisasi ini lahir dari urgensi perubahan ekosistem informasi.
“AMJ kami gagas sebagai ruang kolaboratif,” jelas WIBowo Susilo.
Ia menjelaskan bahwa di era digital, sinergi kuat antara media sosial, media online, dan jurnalis dibutuhkan.
Tujuannya agar informasi yang sampai ke publik tetap berkualitas dan bermanfaat.
“Kami ingin membangun media dan jurnalis yang tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan inovatif,” tegas WIBowo Susilo.
Deklarasi di Hotel Mercure mendatang diharapkan menjadi momentum konsolidasi besar bagi insan media di Bengkulu.
Melalui semangat kolaborasi, Asosiasi Media dan Jurnalis optimis mampu memperkuat ekosistem pers yang sehat, inovatif, dan tetap relevan. Ini untuk memenuhi kebutuhan publik di masa depan. (Red)











