Ribut Pendangkalan Alur Pelabuhan Pulau Baai, Pressure Sejumlah Pihak Salah Alamat

Satujuang, Bengkulu- Tekanan dari berbagai pihak terhadap PT Pelindo II Bengkulu terkait pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai dinilai salah alamat.

Hal ini tersirat dalam pemaparan Manager Komersil PT Pelindo II, Doddy Setiawan dalam pers rilis bersama sejumlah awak media, yang digelar di Aula Rapat PT Pelindo II Pelabuhan Pulau Baai, Minggu (13/4/25).

“Sebenarnya kami di sini hanya sebagai operator dan penyedia fasilitas pelabuhan. Namun Pelindo mengambil inisiatif karena kondisi darurat,” ungkap Doddy.

Secara aturan, kata Doddy, pengerukan pada alur Pelabuhan Pulau Baai yang mengalami pendangkalan bukanlah tanggung jawab Pelindo. Tapi ada di Pemerintah.

Namun, karena kondisi alur yang kritis dan dapat mengancam kelangsungan distribusi logistik terutama ke Pulau Enggano, Pelindo memilih untuk bertindak cepat.

“Dengan adanya kondisi seperti ini Pelindo tidak diam, Pelindo berupaya mengatasi pengerukan. Walau dengan kondisi yang ada kami tetap membutuhkan aturan- aturan dan dukungan sebagai dasar dilakukan pengerukan,” terangnya.

Dijelaskan, Pelindo mengeluarkan uang dari kas internal perusahaan untuk melakukan pengerukan saat ini karena sudah ada kesepakatan dengan pihak-pihak pengguna jasa di pelabuhan.

Sebelumnya, terang Doddy, sudah ada perencanaan untuk dilakukan pengerukan di akhir April, namun sayangnya alam berbicara beda.

“Di tanggal 25-27, 3 hari berturut turut badai sehingga alur yang kami rencanakan untuk pengerukan ternyata tertutup dan sangat urgent,” lanjutnya,

Pada tanggal 29 Mei, Gubernur Helmi Hasan datang ke Pelindo dan meminta segera melakukan pengerukan, sembari membawa langsung surat yang menyatakan kondisi kritis alur pelayaran Pulau Baai.

“Surat itu tujuannya ke menteri Perhubungan Laut, agar segera memberikan penugasan kepada Pelindo untuk melakukan pengerukan,” bebernya lagi.

Dikarenakan deadline dan kondisi alur yang tertutup dan sangat urgent, dari gubernur dari asosiasi juga memberikan rekomendasikan PT SPU sebagai perusahaan pengerukan.

“Kami berkoordinasi dan melakukan kesepakatan, langsung aksi ditanggal ditanggal 8 hari Selasa, progress sudah berjalan lumayan,” terangnya.

Seperti diketahui, saat ini kondisi alur pelayaran di Pelabuhan Pulau Baai menjadi sorotan banyak pihak. Sejumlah pihak bahkan menyudutkan Pelindo karena progres pengerukan yang dinilai lamban.

Pengerukan ini butuh segera diselesaikan, karena akan berdampak berat pada kehidupan 4000 an lebih masyarakat di Pulau Enggano.

Sempat beredar statement ingin meminta Pelabuhan diserahkan ke pada Pemerintah Daerah hingga tudingan-tudingan miring lainnya kepada pihak PT Pelindo dari beberapa pihak.

Bahkan beredar pemberitaan desakan agar Pelindo angkat kaki dari Bengkulu. Berbagai statement negatif ini dinilai salah alamat.

Untungnya, pihak Pelindo lebih memilih terus bekerja daripada merespon berbagai tudingan dan pressure kepada pihak-pihak yang dinilai salah alamat tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *