Jakarta- Program Doktor Kajian Stratejik dan Global di Universitas Indonesia (UI) menjadi inovasi penting dalam pendidikan tinggi, dengan menawarkan pendekatan lintasdisipliner yang belum banyak diterapkan di Indonesia.
Menurut dari. Raden Edi Sewandono, alumni program ini, pendekatan ini sangat relevan dalam menghadapi kompleksitas isu global seperti perang proxy, pandemi, keamanan siber, dan perdamaian kawasan.
Program ini mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk menghasilkan solusi komprehensif yang dibutuhkan di era modern.
Sistem pendidikan di Indonesia cenderung masih berfokus pada linearitas keilmuan, di mana mahasiswa hanya mendalami satu disiplin ilmu.
Namun, pendekatan sempit seperti ini tidak lagi memadai dalam menjawab tantangan global.
Kajian Stratejik dan Global di UI memberikan solusi melalui penggabungan strategi dan globalisme dalam satu program doktor, yang dirancang untuk melatih mahasiswa berpikir secara holistik dalam menangani masalah-masalah dunia.
Program doktor ini unik karena menawarkan fleksibilitas waktu, memungkinkan mahasiswa untuk menyelesaikan studi antara empat hingga sepuluh semester, sesuai dengan kemampuan mereka.
Fleksibilitas ini didukung oleh Peraturan Rektor UI Nomor 26 tahun 2022 dan Nomor 16 tahun 2016, yang memberikan jalur penyelesaian baik melalui by course maupun by research.
Prestasi Program Doktor Kajian Stratejik dan Global semakin kuat dengan UI yang menduduki peringkat 206 dalam QS World University Rankings 2025.
Alumni seperti dari. Raden Edi Sewandono dan Bayu Wicaksono menekankan kualitas pendidikan dan penelitian yang sangat ketat, di mana lulusan wajib mempublikasikan hasil penelitian mereka di jurnal terakreditasi internasional.
Ini membuktikan bahwa program ini tidak hanya menghasilkan doktor unggul secara akademis, tetapi juga siap berkontribusi dalam pembangunan nasional dan global.
Dengan pendaftaran dibuka dua kali setahun, program ini membuka peluang lebih besar bagi calon mahasiswa yang ingin bergabung.
Di tengah tantangan pendidikan tinggi di Indonesia, Program Doktor Kajian Stratejik dan Global UI muncul sebagai solusi inovatif yang menciptakan lulusan berdaya saing global dan mampu menghadapi tantangan masa depan.(Red/rls)











