Banten – Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, per Februari 2023 ada 36.320 orang pengangguran di Bengkulu.
“Ini jadi perhatian serius, kami di Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu untuk dicarikan solusi, salah satunya dengan mencontoh provinsi Banten,” ungkap Gunadi, Sabtu (10/6/23).
Gunadi menyebut, di Banten mereka mendapatkan berbagai langkah dalam mengatasi persoalan pengangguran, seperti mengoptimalkan pelatihan kerja hingga mencarikan pekerjaan bagi masyarakatnya.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banten dan BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) memang betul betul memperhatikan persoalan pengangguran ini.
“Remaja di Banten difasilitasi oleh BP2MI untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Balai Pelatihan Kerja (BLK), lalu BP2MI ini juga yang mencari order atau job buat mereka-mereka yang mencari kerja,” jelas Gunadi.
Hasil study ini nantinya kata Gunadi, akan disampaikan ke Pemerintah Daerah Provinsi Bengkulu dan instansi terkait agar dapat dijadikan referensi dan diterapkan.
Komisi IV juga akan menyampaikan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi provinsi Bengkulu hasil dari studi ini.
“Agar punya inovasi dengan memfasilitasi pencari kerja di Bengkulu, sehingga para pencari kerja jadi lebih percaya diri,” paparnya. (Adv)











