Beras Impor Milik Bulog Asal Vietnam Tiba

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Jakarta – Beras impor milik Bulog tercatat berjumlah 200 ribu ton dari Vietnam, tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

“200 ribu ton beras impor itu guna menambah cadangan beras Bulog,” ungkap Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Jumat (16/12/22).

Zulhas menyatakan bahwa langkah impor beras dilakukan untuk menjaga kestabilan harga beras di pasar.

“Biar tidak simpang siur. Tidak ada yang ingin impor, jika produksi kita cukup. Buat apa kita impor, jika berasnya ada,” kata Zulhas.

Ia menyebutkan data dari Kementerian Pertanian memang menunjukkan terjadi surplus beras.

Tapi, karena harga beras terus meningkat secara signifikan, hingga mencapai Rp10.000 per liter, akhirnya Bulog memutuskan untuk melakukan operasi pasar dengan harga menjadi Rp8.300 per liter.

Dengan demikian masyarakat diberi keleluasaan untuk memilih, ada beras yang bermerek, premier, dan beras dari Bulog yang dijamin harganya oleh Pemerintah.

Zulhas menambahkan, jika stok Bulog menipis, maka akan menimbulkan isu di pasar dan menyebabkan harga tidak terkendali.

“Kita tidak mau itu. Kita sudah tiga kali enam hari mencoba mencari tapi tidak dapat. Jadi kita putuskan impor, untuk menambah cadangan Bulog sebanyak 500 ribu ton. Ini yang baru datang 200 ribu ton,” katanya.

Zulhas menyatakan proses pemulihan cadangan Bulog akan diselesaikan pada Januari 2023. Sehingga saat musim panen pada Maret 2023, cadangan beras akan dibeli Bulog dari hasil panen petani.

Ia juga menegaskan bahwa harga bahan pokok akan stabil selama periode Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru).

“Harga, apalagi saat Nataru kita jamin, tidak akan ada perubahan. Sama seperti minyak goreng, ada Minyakita yang harganya Rp14 ribu tapi ada juga minyak goreng premium yang harganya macam-macam. Tapi yang dijamin pemerintah, ya Minyakita,” pungkas Zulhas. (red/danis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *