4.000 Tahun Mengalir, Air Zamzam Kini Dikelola Secara Modern

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Jakarta- Air zamzam, sumber air suci yang berada di kawasan Masjidil Haram, Makkah, telah mengalir selama lebih dari 4.000 tahun tanpa pernah kering.

Kini, pengelolaannya telah menggunakan teknologi modern untuk memastikan air ini tetap steril dan memenuhi kebutuhan umat Islam di seluruh dunia.

Sejak 2010, Arab Saudi melalui King Abdullah bin Abdulaziz Zamzam Water Project (KPZW) menginvestasikan 700 juta riyal untuk merevolusi pengelolaan air zamzam.

Air dari sumur zamzam dipompa dengan kecepatan 18,5 liter per detik melalui pipa baja tahan karat menuju pabrik modern di Kudai, lima kilometer dari Masjidil Haram. Di sana, air dimurnikan dengan filter dan sinar ultraviolet.

Setelah itu, air disimpan di dua reservoir utama: satu di Kudai dengan kapasitas 10.000 meter kubik untuk Masjidil Haram dan satu lagi di Madinah dengan kapasitas 16.000 meter kubik untuk Masjid Nabawi.

Setiap tahapan pengolahan diawasi ketat oleh pemerintah Saudi, termasuk pengujian harian atas kemurnian air menggunakan teknologi canggih.

Distribusi air ke Madinah menggunakan truk tangki yang mengangkut hingga 400.000 liter per hari.

Sejarah dan Keistimewaan Air Zamzam

Air zamzam memiliki sejarah panjang sejak masa Nabi Ibrahim AS. Kisahnya bermula ketika Siti Hajar berlari antara Bukit Shafa dan Marwah untuk mencari air bagi Nabi Ismail yang masih bayi.

Atas izin Allah, malaikat Jibril memunculkan mata air yang deras di gurun pasir tersebut. Mata air ini kemudian dikenal sebagai Zamzam, yang hingga kini tetap mengalir dan menjadi sumber kehidupan bagi banyak orang.

Air zamzam memiliki berbagai keistimewaan, seperti tidak pernah kering meski terus diambil dalam jumlah besar.

Air ini bebas dari organisme berbahaya dan memiliki kandungan mineral yang unik, termasuk kalsium, magnesium, natrium, dan klorida dalam jumlah tinggi. Keajaiban air zamzam juga terlihat dari kristal indah yang tidak dimiliki air lainnya.

Kandungan Kimiawi yang Unik

Berdasarkan penelitian, air zamzam memiliki total dissolved solids (TDS) hingga 1.000 mg/L dan konduktivitas listrik sebesar 1.390 mikrodetik/cm, jauh lebih tinggi dibandingkan air biasa.

Air ini juga mengandung berbagai unsur penting seperti antimon, kobalt, dan molibdenum dalam jumlah kecil yang mendukung keunikan kimiawinya.

Dengan teknologi modern dan pengawasan ketat, Arab Saudi memastikan air zamzam tetap menjadi air terbaik dan paling murni untuk umat Islam di seluruh dunia.(Red/detik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *