Waspada Permintaan Kode OTP, Bareskrim Polri Ingatkan Masyarakat

Satujuang.com – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Mabes Polri meminta pengguna aplikasi chat Whatsapp selalu waspada jika mendapatkan permintaan One Time Password (OTP).

Sebab belakangan ini dinilai banyak tindak pengambilalihan hingga penipuan melalui akun Whatsapp dengan upaya meminta kode OTP ini kepada penggunanya.

Menurut Kabidhumas Polda Bengkulu Kombespol Sudarno S.Sos., MH., saat ini banyak cara bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil alih akun Whatsapp. Jika Anda mendapatkan pesan teks dari Whatsapp.

Baca Juga :  Kadiv Humas : Virtual Police Bekerja Untuk Ciptakan Medsos Bersih Dan Sehat

“Jangan bagikan kode yang ada dapatkan dan jangan klik link tersebut,” ujarnya, Sabtu (13/3/21).

Dittipidsiber mencatat bahwa upaya ini menjadi salah satu tindak yang saat ini paling ramai dilaporkan oleh masyarakat.

Modus yang paling sering digunakan adalah dengan memindai (scanning) QR Code yang tersedia pada fitur Whatsapp Web pada ponsel anda.

Baca Juga :  Kapolri Wujudkan Mimpi Atlet Peraih Emas PON Jadi Polisi

Akun ini nantinya akan disalahgunakan untuk berbagai hal, mulai dari meminta uang, meminta pulsa, atau bahkan melakukan romance scam.

Sejak 2020, terjadi 649 laporan penipuan dan 39 kali pencurian data yang masuk Siber Polri. Terjadi juga 18 kali aduan peretasan sistem elektronik.

Baca Juga :  Kasus Pedagang Dipukul Preman Jadi Tersangka, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Dicopot

Total aduan melalui portal patroli siber sejak 2020 sampai saat ini sebanyak 15.367 aduan dengan total kerugian Rp 1,23 triliun.

Untuk diketahui Dittipidsiber adalah satuan kerja yang berada di bawah Bareskrim Polri, dan bertugas melakukan penegakan hukum terhadap kejahatan siber. Secara umum, Dittipidsiber menangani dua kelompok kejahatan, yaitu computer crime dan computer-related crime. (rls)