Lebong, satujuang.com-Pemerintah Desa Tik Kuto, Kecamatan Rimbo Pengadang, menggelar Musyawarah Prapelaksana Kegiatan Pembangunan Tahun Anggaran 2026 sekaligus menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada 14 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Selasa (12/5/26).
Setiap KPM menerima bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan untuk alokasi Januari hingga Maret 2026. Dengan demikian, total bantuan yang diterima masing-masing penerima mencapai Rp900 ribu.
Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Tik Kuto, Bustami, menyampaikan bahwa 14 KPM yang menerima bantuan telah melalui proses verifikasi dan dinyatakan memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah.
“Penerima bantuan merupakan warga yang benar-benar layak, seperti lansia, masyarakat miskin, dan warga yang menderita penyakit menahun,” kata Bustami.
Ia menjelaskan, jumlah penerima BLT-DD tahun 2026 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, penerima tercatat sebanyak 29 KPM, sedangkan tahun ini menjadi 14 KPM.
“Pengurangan jumlah penerima terjadi karena adanya efisiensi anggaran,” ujarnya.
Bustami berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
“Gunakan bantuan ini sebaik-baiknya untuk keperluan yang benar-benar penting,” pesannya kepada para penerima.
Dalam kesempatan itu, kepala desa juga mengajak seluruh unsur desa, mulai dari perangkat desa hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD), untuk bersama-sama membangun Desa Tik Kuto.
“Kami berharap semua pihak dapat bersinergi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Desa Tik Kuto, ” ungkapnya.
Sebagai bentuk keterbukaan informasi, Pemerintah Desa Tik Kuto juga memaparkan rincian penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2026.
Total belanja desa dari DD dan ADD tahun ini mencapai Rp681.466.485 yang akan digunakan untuk pembangunan fisik serta program pemberdayaan masyarakat.
Perwakilan dari kecamatan Rimbo Pengadang turut menyampaikan, bahwa pengurangan jumlah penerima BLT-DD merupakan bagian dari penyesuaian anggaran yang berlaku tahun ini.
Ia berharap bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan untuk mendukung usaha kecil maupun kebutuhan produktif lainnya, sehingga kondisi ekonomi penerima dapat terus membaik.
“Harapannya, penerima bantuan bisa semakin sejahtera dan pada tahun-tahun berikutnya tidak lagi bergantung pada BLT karena ekonominya sudah meningkat,” ujarnya.
Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten untuk wilayah Rimbo Pengadang, Lebong Selatan, Topos, dan Bingin Kuning, Darlan, mengingatkan agar pemerintah desa melaksanakan seluruh kegiatan sesuai petunjuk teknis dan ketentuan yang berlaku.
Ia juga menekankan pentingnya pembenahan administrasi desa agar seluruh dokumen tertata dengan baik dan siap saat dilakukan pemeriksaan.
“Administrasi harus rapi agar ketika ada audit atau pemeriksaan, pemerintah desa tidak mengalami kendala,” katanya.
Selain itu, Darlan mengimbau agar penyaluran BLT-DD untuk April dan Mei dapat dilakukan sebelum Hari Raya Iduladha agar manfaat bantuan lebih cepat dirasakan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Tik Kuto turut dihadiri unsur kecamatan, Babinsa, Tenaga Ahli Kabupaten, Pendamping Lokal Desa, Ketua BPD beserta anggota, perangkat desa, serta para penerima manfaat. (red).











