Jembatan Putus dan Fasilitas Rusak Jadi Fokus Penanganan Pascabanjir

Wakil Bupati Lebong Bambang ASB menyampaikan langkah awal yang akan dilakukan pemerintah daerah pascabanjir adalah mengusulkan percepatan pembangunan infrastruktur rusak kepada pemerintah pusat.

Usulan tersebut difokuskan pada fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat banjir, terutama jembatan penghubung yang putus dan sarana pendidikan yang terdampak.

Ia mengatakan, pembangunan kembali jembatan yang rusak menjadi prioritas agar aktivitas dan akses masyarakat dapat kembali normal.

Selain itu, kerusakan fasilitas dan bangunan sekolah juga akan segera dilaporkan kepada pihak terkait untuk mendapatkan penanganan cepat.

“Kita akan segera berkoordinasi agar penanganan infrastruktur dan fasilitas umum yang rusak bisa cepat dilakukan, terutama sarana prasarana pendidikan agar nantinya mendapat dana revitalisasi,” kata Bambang saat meninjau lokasi banjir, Kamis (7/5/26).

Bambang menegaskan pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi dengan OPD terkait untuk mendata warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah.

Pendataan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Menurutnya, pemerintah daerah juga siap menyalurkan bantuan darurat apabila kondisi banjir semakin parah dan berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat.

“Yang paling penting saat ini keselamatan warga dan percepatan penanganan pascabanjir,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Kapolres Lebong AKBP Agoeng menyampaikan fokus utama pihak kepolisian dalam pemantauan banjir adalah keselamatan masyarakat.

Ia mengatakan personel kepolisian telah disiagakan di sejumlah titik rawan dan lokasi yang dianggap berbahaya untuk mencegah masyarakat melakukan aktivitas yang berisiko.

“Kita fokus pada keselamatan masyarakat, terutama di lokasi yang rawan dan membahayakan,” ujar Agoeng.

Selain melakukan pengamanan di titik rawan, pihak kepolisian juga memprioritaskan penanganan sarana dan prasarana yang rusak akibat banjir, seperti kabel listrik yang terputus dan berpotensi membahayakan warga.

Menurutnya, pengamanan tersebut dilakukan agar masyarakat dapat lebih aman saat membersihkan rumah dan pekarangan yang terdampak banjir.

Kapolres juga mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan. Pasalnya, curah hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Ia meminta warga segera melapor kepada aparat atau petugas terkait apabila menemukan kondisi berbahaya di lingkungan sekitar, terutama pohon tumbang, arus deras, maupun jaringan listrik yang rusak akibat banjir. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *