Timbulkan Banyak Polemik, Sistem Pemira UNIB Dipertanyakan

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Bengkulu – Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) Universitas Bengkulu sedang berlangsung di tingkat Universitas dan Fakultas.

Paslon 02 Alriansyah Idris berpasangan dengan Agung Raihan memenangkan Presma dan Wapresma dengan perolehan suara sebanyak 6.379.

Mereka mengungguli paslon 01 Dani Fazli dan Cahya Widya yang mendapatkan 2.750 suara.

Dilansir dari wordpress.id, Muncul kecurigaan dari Tim Pemenangan Paslon 01 yang mencurigai sistem demokrasi tidak dilakukan dengan sesuai prosedur.

Dan banyak pihak birokrasi kampus justru terlibat kontestasi pemira, lantas tim Ketua Pemenangan menuntut pemira dilakukan ulang secara luring.

Di Pemira tingkat Fakultas, Fakultas Teknik (FT) Universitas Bengkulu sedang menjalani tahapan-tahapan pemira.

Tahapan yang sudah ditetapkan jadwalnya di dalam ketetapan yang diatur oleh KPU dinilai diciderai oleh KPU itu sendiri.

“Dalam ketetapan KPU FT (TAP KPU FT), KPU telah menetapkan tanggal penutupan pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur pada 15 Maret 2022. Tapi dibuka kembali pada 18 Maret 2022 tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada public,” ujar seorang pria dalam unggahannya di media sosial bernama Putrario.

Dalam video tersebut terlihat Panitia Pemira sedang mengadakan pertemuan bersama KPU FT, Panwas Pemira beserta Paslon. Selasa (22/03/22) di aula dekanat FT.

Saat dikonfirmasi oleh pihak media, Putra membenarkan video yang diunggah tersebut.

Putra juga mempertanyakan jadwal tahapan Pemira yang sudah disahkan sebelumnya.

Menurutnya, dalam TAP KPU itu sudah tertera bahwa tanggal 18 Maret adalah jadwal verifikasi berkas, tapi malah tiba-tiba dibuka kembali.

“Kami mencurigai adanya permainan yang didasari kepentingan salah satu kelompok di Fakultas ini,” kata bakal calon gubernur kepada pihak media di sekretariat Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) Universitas Bengkulu, Rabu (23/03).

Dari pengakuan yang disampaikan Putra, tim pemenangan belum mendapatkan konfirmasi dari pihak KPU terkait alasan pembukaan kembali pendaftaran tersebut.

“Sejauh ini, mereka masih memaksakan kehendak. Meski memiliki kewenangan, setidaknya ada keterbukaan informasi yang disampaikan kepada publik”, ujar salah satu tim pemenangan yang tak mau disebutkan identitasnya.

Saat berita ini ditulis, media masih berusaha mengkonfirmasi Ketua KPU dan Panwas FT. (bks)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *