Mukomuko – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko, Choirul Huda-Rahmadi membuat suasana meriah menyelimuti Desa Sidodadi Kecamatan Sungai Rumbai saat kampanye tatap muka mereka.
Acara tersebut dihadiri ratusan masyarakat Desa Padang Gading yang merindukan kembali sosok Choirul Huda menjadi Bupati Mukomuko.
Choirul Huda SH, Ketua DPD II Partai Golkar Mukomuko sekaligus calon Bupati Mukomuko, membuka acara dengan sambutan penuh semangat.
Dalam sambutannya, Choirul Huda yanh dikenal sebagai pemimpin yang selalu hadir dan dekat dengan masyarakat, baik saat menjabat Bupati maupun saat tidak menjabat Bupati ini menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dengan masyarakat.
“Pemimpin itu harus menjadi pelayan masyarakat. Pembangunan jalan, silaturahmi dengan masyarakat harus tetap berjalan. Jadi, jangan halangi saya saat ingin hadir di tengah-tengah masyarakat,” teriaknya dengan menggebu-gebu.
Choirul Huda mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya Desa sidodadi untuk membangun sebuah kebersamaan menuju Mukomuko maju. Ia mengajak masyarakat agar memilih pemimpin yang dikenal dan tahu karakternya.
“Milih pemimpin itu, yang dikenal dan tau karakternya seperti apa di tengah masyarakat. Mari kita bangun sebuah kebersamaan dalam menuju Mukomuko maju,” ujarnya.
Sementara itu, Mantan Kades sidodadi, Shokip, mengatakan bahwa masyarakat menginginkan pemimpin yang bukan hanya pandai dan kaya, namun masyarakat membutuhkan pemimpin yang pandai bermasyarakat seperti sosok Choirul Huda.
“Kita mencari orang pintar, orang pandai itu banyak. Tapi untuk membangun yang sifatnya bisa bermasyarakat, itu belum terwujud seperti sosok Choirul Huda,” ungkapnya.
Shokip juga sedikit menyinggung terkait silaturahmi pemimpin yang terputus dengan masyarakat, sejak Choirul Huda tidak menjabat.
Sosok Choirul Huda dipuji Shokip karena bisa menjaga silaturahmi dengan masyarakat, baik saat menjabat maupun tidak menjabat Bupati Mukomuko.
“Jujur secara pribadi, sebagai masyarakat kami berhak mengkritisi. Maka dari itu ada kalimat untuk apa memilih dan dipilih. Secara pembangunan, pemimpin yang sekarang berjalan sama seperti saat Choirul Huda menjabat Bupati, namun silaturahmi dengan masyarakat terputus sejak Choirul Huda tidak menjabat,” paparnya.
“Selama kepemimpinan sekarang, satu biji pasir pun gak ada masuk di wilayah desa kami apalagi menjamin jalan seperti di zaman pak Choirul Huda dulu. Seharusnya ini menjadi prioritas bupati sekarang karna dia mempunyai kebun kelapa sawit ratusan hektar lewat di desa ini,” pungkasnya. (Zul)






