RSHD Kian Maju, dari Lista : Berkat Bantuan BPKP Bengkulu

Bengkulu – Rumah Sakit Harapan Doa (RSHD) Kota Bengkulu merupakan satu-satunya Rumah Sakit milik Pemerintah Kota Bengkulu yang terletak di pusat jantung kota.

Berdiri pada tahun 2013 dengan nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bengkulu yang kemudian diganti jadi RSHD Pada tahun 2018.

Dibawah kepemimpinan dari Lista Cerlyviera yang akrab dipanggil bunda Lista ini, RSHD terus berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Bengkulu.

Bahkan, diawal tahun 2022 ini, RSHD telah berhasil naik kelas, dari Rumah Sakit tipe D naik menjadi tipe C.

Dalam perjalanannya, telah banyak program yang berhasil disinkronkan RSHD dengan program Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bengkulu yang sukses dilaksanakan.

Berbagai capaian prestasi ini, ternyata diakui oleh Bunda Lista juga berkat kerjasama yang baik dengan Perwakilan BPKP Provinsi Bengkulu di bawah kepemimpinan Iskandar Novianto.

“Kita RSHD sangat merasa terbantu dengan BPKP, banyak permasalahan di RSHD bisa selesai berkat koordinasi dan bantuan dari pihak BPKP,” kata Lista saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/7/22).

Contohnya, kata Lista, saat mengurus klaim BPJS di tahun 2019. Pihak RSHD sempat kelimpungan karena penundaan pembayaran, tim BPKP ikut turun memediasikan ke pihak BPJS hingga akhirnya klaim bisa dicairkan.

Termasuk soal Risk Management, Lista mengatakan atensi BPKP sangat membantu RSHD, komunikasi dengan BPKP pun enak karena bisa via telepon.

“Terutama Waktu Covid tahun 2020-2021, untuk melayani pasien Rumah Sakit harus menyuplai terlebih dahulu kebutuhan seperti obat dan lainnya, saat klaim di akhir 2021 ada kendala saat pencairan,” tuturnya.

Pihak RSHD pun kebingungan, sebut Lista, karena obat dan perlengkapan serta pelayanan yang sudah diberikan kepada masyarakat tentu harus di bayar kepada suplayer.

“Akhirnya di awal 2022 masa ketiga, kita datang mengunjungi BPKP untuk berdiskusi terkait masalah ini,” ungkapnya.

Saat itu, kata Lista, sudah pada titik klimaks karena tagihan sudah mulai berdatangan. Kalau tidak dibayar ke suplayer, tentu obat dan kebutuhan tidak bisa masuk lagi ke RSHD, dan sudah pasti tidak bisa melayani pasien Rumah Sakit lagi.

“Akhirnya pak Iskandar langsung turun menghubungi pusat, juga sampai menghubungi Irjen Kemenkes, dan Alhamdulillah minggu itu kita masuk prioritas pembayaran,” tutur Lista sambil menunjukkan wajah lega.

Terus, tambah Lista, bukan itu saja, termasuk masalah penggunaan keuangan, pengelolaan BLUD, mana yang boleh dan mana yang tidak, RSHD selalu berkoordinasi dengan BPKP.

“Nyaman pokoknya, mereka juga responnya cepat ke kita kalau dimintain tolong, jadi dengan keilmuan mereka sangat bagus untuk kemajuan kita, karena mereka kan pakarnya,” jelasnya.

Intinya, sebut Lista, support dari mereka selama ini kepada RSHD sudah sangat banyak membantu kemajuan RSHD. (Red)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *