Dalam hal ini, Sugito menegaskan pihaknya di Kemendesa PDTT yakni mendorong pembangunan desa ini juga harus bisa menjadi diplomasi dengan luar negeri.
Misalnya, jika ada negara ASEAN ingin belajar mengenai pembangunan desa wisata maka negara tersebut wajib datang Boonpring.
Hal tersebut sekaligus menjadi salah satu bagian dari hasil kerjasama dengan Sekretariat ASEAN dan Kementerian Luar Negeri.
Menurut Sugito, karena sudah naik level ASEAN maka Desa Sanankerto akan bisa dimanfaatkan untuk diplomasi internasional.
“Maka dari itu juga perlu banyak best practice baru yang lahir dari masyarakat desa ini dan memang menjadi tantangan bersama,” harapnya Sugito.
Dalam kesempatan ini, Kemendesa PDTT beberapa kali memuji keberadaan Boonpring dan Desa Sanankerto dengan dasar berada dalam ekosistem di wilayah Kabupaten Malang.
Hal ini bisa mendorong keberadaan Boonpring untuk layak jual di kancah mancanegara.
“Seperti, dekat dengan keberadaan Bandar Udara, fasilitas perhotelan dan juga akses jalan transportasi lainnya. Harapan dan tantangan untuk pemerintah,” sambut Bupati Malang, HM Sanusi.
Kepada awak media, Bupati menyampaikan Pemerintah Kabupaten Malang siap dan akan memberi dukungan penuh menyusul naiknya status desa wisata Boon Pring di kancah ASEAN.
Dukungan itu dengan kelengkapan sarana penunjang seperti pelebaran jalan akses menuju ke wisata Boon Pring. Mulai dari pintu masuk Desa Sanankerto hingga lokasi tempat wisata.
Bupati Malang tak lupa juga mengapresiasi desa-desa yang mau berkreasi sehingga desa itu akan dikenal oleh baik lokal hingga mancanegara.
Dengan berkreasi meningkatkan prestasinya untuk kelas dunia, seperti yang sudah ditunjukkan Desa Sanankerto dan Pujon Kidul.
Dengan demikian kemajuan di desa ini akan berkembang dan Pemkab Malang akan mendukung fasilitas umumnya.
Seperti pelebaran jalan sesuaikan dengan standar dunia sehingga bus pariwisata bisa masuk dan itu sudah dianggarkan di Dinas Bina Marga pada Tahun 2022.
“Semua potensi yang di Kabupaten Malang, kita arahkan untuk bisa menjadi destinasi wisata yang bertaraf nasional hingga internasional,” tegas Bupati Malang. (prokopim/dws).






