Pembangunan di Pasar Panorama Sarat Kejanggalan, APH Tutup Mata?

Satujuang, Bengkulu –Pembangunan di kawasan Pasar Panorama Kota Bengkulu menuai sorotan. Sejumlah dugaan pelanggaran dan praktik gelap mencuat ke permukaan, namun aparat penegak hukum (APH) dinilai masih bungkam.

“Kita penasaran, itu yang bangun siapa? Dasar hukumnya apa?” kata Gunawan Soleh, Direktur Investigasi CIC kepada Satujuang, Rabu (9/7/25).

Gunawan menyebut, pembangunan di atas lahan milik negara tersebut penuh kejanggalan. Tak hanya proyek saat ini, namun pembangunan sebelumnya pun sarat keanehan.

Salah satunya adalah kabar penjualan lapak menggunakan kuitansi yang tidak boleh dipegang oleh pedagang, serta adanya pemaksaan terhadap pedagang ketika mau diadakan pembangunan.

Meski disebut bersumber dari swadaya, fakta lain menunjukkan ada pedagang menggugat pembangunan itu ke Pengadilan Negeri Bengkulu saat ini, merasa dirugikan dan tak dilibatkan secara adil.

“Hebatnya, APH diam saja. Kabar yang beredar, ada petinggi yang terlibat, bahkan disebut-sebut ada aktor politik di balik semua ini. Apa jangan-jangan ada main mata?” cetus Gunawan.

Lebih aneh lagi, papan informasi proyek tak pernah muncul di lokasi, padahal itu adalah syarat dasar transparansi publik.

Para pekerja pun memilih bungkam saat ditanya wartawan, seolah ada tekanan dari pihak berpengaruh.

“Kalau ini benar, seharusnya tidak menimbulkan konflik. Tapi sekarang, siapa yang lindungi rakyat kecil? APH di mana? Kalau benar mau berantas mafia, ini saatnya. Atau mereka juga kebagian jatah?” tutup Gunawan dengan nada tajam. (Red)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

    1. Kios selalu di bangun,bagaimana penangan kios yg di dlm ,konsumen
      Ga mau masuk kedlm pasar ,tata ruang pasar semrawut