Jakarta– Kementerian Luar Negeri Iran memanggil kuasa usaha Swedia dan Denmark terpisah-pisah atas tindakan pembakaran Al-Quran yang masih berlanjut.
Direktur Departemen HAM kementerian tersebut dengan tegas mengutuk tindakan biadab dan keji ini yang menghina kitab suci umat Islam.
Iran menempatkan tanggung jawab sepenuhnya pada pemerintah Swedia dan Denmark terkait penodaan Al-Quran ini dan menyebutnya sebagai perang terhadap dunia Islam, sesuai pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Direktur tersebut juga menekankan pentingnya kebebasan ekspresi yang harus diiringi oleh tanggung jawab tertentu sesuai dengan kewajiban internasional.
Swedia dan Denmark telah mengalami serangkaian pembakaran Al-Quran oleh kelompok ekstremis sayap kanan dalam pengawasan pemerintah, yang telah memicu kemarahan di seluruh dunia Muslim.
Dalam kasus terbaru, seorang pegiat anti-Islam di Swedia telah membakar Al-Quran di depan Kedutaan Besar Iran di Stockholm.
Iran sebelumnya telah memanggil perwakilan kedua negara Eropa ini pada pertengahan Juli sebagai respons terhadap tindakan tersebut.
Pemerintah Swedia dan Denmark telah mengutuk tindakan pembakaran ini dan sedang mempertimbangkan undang-undang baru untuk mencegah tindakan serupa di masa depan.(tempo)











