Seluma, Satujuang.com — Polemik mutasi guru di lingkungan SDN 82 Seluma mendadak menyita perhatian publik setelah seorang tenaga pendidik senior mengunggah curahan hati bernada pilu melalui media sosial TikTok, Minggu (11/10/26).
Melalui akun @amilussaudi, guru tersebut mempertanyakan dasar pemindahan tugas dirinya ke sekolah yang berjarak jauh dari kediamannya, sementara posisinya dikabarkan digantikan oleh seorang tenaga honorer.
Dalam rekaman video berdurasi 6 menit 20 detik itu, ia membeberkan rekam jejak pengabdiannya selama puluhan tahun di pelosok Seluma hingga alasan mendesak di balik penempatan kerjanya.
Faktor kemanusiaan menjadi sorotan utama lantaran sang guru harus merawat anaknya yang mengidap distrofi muskular, kelainan medis yang memicu pelemahan otot secara bertahap.
“Kenapa saya dipindahkan dan digantikan dengan seseorang guru honorer? Mohon maaf, Pak, bukan maksud menghujat. Saya minta tolong kepada bapak-bapak sekalian, berikan solusinya buat diri saya,” keluhnya dalam unggahan tersebut.
Ia menegaskan penempatannya di SDN 82 Seluma selama tiga tahun terakhir sangat menolong dirinya membagi waktu antara mengajar dan merawat sang buah hati yang membutuhkan perhatian intensif.
Namun, pemindahan ke SDN 181 Harapan Mulya serta perubahan data pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dinilainya janggal dan memberatkan kondisi keluarganya.
Ia pun membantah terlibat dalam manuver politik praktis maupun pelanggaran disiplin kedinasan.
“Saya tidak terlibat politik, saya tidak pernah bersalah. Kasihan dengan anak saya, Pak, Bu. Para pejabat, kepala dinas, Pak Bupati, Wakil Bupati, tolong, Pak,” pintanya penuh harap.
Saat dihubungi lewat sambungan telepon, guru tersebut mengaku kalut dan sempat diliputi kecemasan saat memutuskan menyuarakan masalah ini ke ruang digital.
“Dang galau dan bingung mau mengadu ke mana. Bertemu pejabat saya takut, gemetar untuk mengadu. Ini murni curhatan Dang, tapi semoga curhat saya didengar,” ungkapnya.
Kendati rotasi dan mutasi ASN merupakan wewenang mutlak manajemen kepegawaian daerah sesuai kebutuhan organisasi, desakan agar Dinas Pendidikan Seluma mengedepankan aspek kemanusiaan kian menguat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Seluma maupun Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat belum memberikan klarifikasi resmi terkait dasar mutasi serta kebenaran pengisian formasi oleh tenaga honorer tersebut. (da)












