Satujuang, Bengkulu- Pembagian Menu MBG di Kota Bengkulu di salah satu SD Negeri kawasan Betungan pada Sabtu (14/3/26) menuai keluhan dari siswa dan wali murid.
Pada pembagian awal, para siswa hanya menerima satu potong roti bolu dan dua sachet susu.
Sebagian siswa bahkan diduga tidak kebagian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) meski telah menunggu sejak pukul 13.00 WIB.
Salah seorang wali murid mengaku kecewa karena anaknya tidak mendapatkan jatah makanan.
“Kami sudah menunggu dari jam 13.00 WIB sampai sore ini, tapi anak kami tidak kebagian,” ujar salah satu wali murid.
Situasi tersebut membuat sejumlah siswa dan orang tua masih menunggu kepastian pembagian MBG di sekolah tersebut.
Menanggapi hal ini, Kapolresta Bengkulu Rahmad Hidayat memberikan klarifikasi.
Ia menjelaskan bahwa menu MBG yang disiapkan hari itu merupakan menu spesial.
Proses penyiapannya memerlukan waktu lebih lama dari biasanya.
“Hari ini memang menu MBG spesial, jadi bukan disengaja,” ujar Rahmad Hidayat.
Ia menambahkan bahwa proses penyiapannya memang memakan waktu lebih lama.
Menu tambahan yang dibagikan lebih awal hanya sebagai bagian sementara sambil menunggu menu utama selesai disiapkan dan diantar ke lokasi.
Kapolresta memastikan menu utama sudah selesai disiapkan dan mobil pengantar menu lainnya sudah dalam perjalanan.
Terkait pembagian roti bolu yang hanya diterima setengah oleh sebagian siswa, Kapolresta menjelaskan hal itu berkaitan dengan ukuran loyang yang digunakan.
“Info dari dapur, ini menggunakan loyang besar, jadi dibagi dua per siswa,” jelas Rahmad Hidayat.
Ia menambahkan bahwa jika menggunakan loyang kecil, biasanya satu siswa akan mendapatkan satu utuh.
Pihak dapur juga sudah menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.
Di sisi lain, kekecewaan tetap disampaikan oleh sejumlah siswa dan wali murid.
Bahkan ada yang meminta agar menu tersebut dikembalikan saja ke dapur MBG karena dinilai tidak sesuai harapan.
Peristiwa ini memunculkan perhatian publik terkait mekanisme distribusi serta kualitas menu MBG yang diberikan kepada para siswa di sekolah tersebut. (Red/BT)











