Mengelola Baby Blues, Ini Tips dari Ahli Psikologi Klinis

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang- Psikolog klinis dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo S.Psi, M.Psi, menyatakan bahwa sekitar 80% ibu yang baru melahirkan mengalami kondisi yang dikenal sebagai baby blues.

Gejala ini mencakup perubahan emosi seperti mudah marah, gampang menangis, cemas, dan kelelahan yang cepat.

Baby blues dapat berpotensi menyebabkan masalah serius seperti depresi perinatal, kesulitan dalam merawat bayi, masalah kesehatan, dan perubahan hubungan dengan bayi.

Vera menyarankan agar ibu yang mengalami baby blues mengungkapkan perasaan mereka kepada pasangan atau orang-orang terdekat untuk membantu mengatasi masalah ini.

Mendengarkan dengan tanpa penilaian dan mendukung dengan penuh pengertian sangat penting.

Selain itu, mencurahkan perasaan melalui menulis diari atau mencatat harian juga bisa membantu.

Menghabiskan waktu dengan orang-orang yang menyenangkan dan melakukan aktivitas seperti olahraga bersama dapat mengurangi tingkat stres.

Meskipun merasa lelah dan cemas, menghabiskan waktu dengan bayi juga bisa meningkatkan perasaan baik dan mengurangi stres.

Vera juga menekankan pentingnya ibu mengalokasikan waktu untuk diri sendiri dengan membaca buku atau melakukan hal-hal yang disukai untuk memperbaiki suasana hati.

Ibu yang mengalami baby blues juga disarankan untuk memanfaatkan media sosial untuk berbagi pengalaman dan mendapatkan dukungan dari komunitas ibu lain yang mengalami hal serupa.

Jika gejala baby blues berlangsung lebih dari dua minggu, keluarga disarankan untuk mencari bantuan dari psikolog atau psikiater untuk penanganan lebih lanjut.(Red/antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *