Satujuang- Belakangan ini, sejumlah warganet mengeluhkan rasa gerah yang mereka alami sebelum hujan datang.
Seperti diketahui, beberapa wilayah di Indonesia telah mengalami hujan dengan intensitas bervariasi, dari ringan hingga lebat.
Para pengguna media sosial di X menyampaikan perasaan mereka terkait cuaca gerah ini. Misalnya, @kity**** menulis, “Sebelum hujan, cuacanya gerah sekali,” pada 25 September 2024.
Pengguna lain, @millen******, mengungkapkan, “Sebelum hujan astaghfirullah, panasnya lebih ke gerah. Gerak sedikit saja langsung keringatan.”
Prakirawan BMKG, Ida Pramuwardani, menjelaskan bahwa rasa gerah sebelum hujan disebabkan oleh peningkatan kelembapan udara.
“Menjelang hujan, kelembapan relatif meningkat drastis akibat akumulasi uap air,” kata Ida.
Kondisi ini membuat tubuh sulit mendinginkan diri karena keringat tidak bisa menguap dengan efektif, sehingga menciptakan perasaan tidak nyaman.
Ida juga menambahkan bahwa tebalnya awan di langit sebelum hujan dapat menahan panas di permukaan, yang semakin memperparah rasa pengap.
Rasa gerah ini biasanya lebih terasa sebelum hujan lebat, yang ditandai dengan pengumpulan kelembapan dan penebalan awan. Sebaliknya, hujan ringan atau gerimis tidak selalu menyebabkan rasa gerah.
Namun, tidak semua hujan lebat diawali dengan rasa gerah, tergantung pada faktor-faktor atmosfer yang ada.
Selain gerah, tanda lain bahwa hujan lebat akan segera turun adalah suasana yang menjadi lebih gelap dan perubahan arah serta kecepatan angin.(Red/kompas)






