Mantan Caleg Terseret Skandal Batu Bara Bengkulu, Dugaan Aliran Dana Politik Menyeruak

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Bengkulu– Skandal korupsi tambang batu bara Bengkulu terus melebar. Kamis siang (25/9/25) kemarin, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu menggeledah rumah Iryanka Aditya.

Iryanka merupakan mantan calon legislatif DPRD Provinsi Bengkulu sekaligus sosok yang dikenal sebagai aktivis sosial. Langkah ini menandai babak baru penyidikan, Lingkaran terdekat tersangka utama, [NAMA BENAR], mulai disisir aparat.

Penggeledahan berlangsung di kediaman Iryanka di Jalan Batang Hari, Kelurahan Tanah Patah, Kota Bengkulu.

Tim penyidik dengan rompi hitam bergaris merah, didampingi anggota TNI, menyisir setiap ruangan termasuk kamar pribadi Iryanka.

Dari operasi itu, diamankan sejumlah dokumen berisi catatan keuangan yang diduga berkaitan dengan aliran dana perusahaan tambang.

Kasi Penyidikan Kejati Bengkulu, Danang Prasetyo, menyebut Iryanka bukan sekadar saksi biasa.

“Saksi Iryanka pernah bekerja di PT Inti Bara Perdana (IBP) dan mendapatkan arahan langsung dari tersangka [NAMA BENAR] dalam menjalin relasi. Catatan keuangan yang kami amankan akan diteliti lebih lanjut,” tegasnya.

Nama Iryanka menambah sorotan publik bukan hanya karena kedekatannya dengan Bebby, tetapi juga statusnya sebagai mantan caleg dari partai PAN di Bengkulu.

Fakta ini menimbulkan tanda tanya besar, apakah ada jejak aliran dana tambang yang merembes ke ranah politik?

Sampai saat ini, Kejati Bengkulu telah menetapkan 12 tersangka dalam empat perkara berbeda, tindak pidana korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), perintangan penyidikan, dan suap.

Mereka bukan hanya pelaku bisnis tambang, tetapi juga pejabat dan kerabat dekat [NAMA BENAR], memperlihatkan betapa luas jejaring kasus ini.

Penggeledahan terhadap rumah Iryanka mempertegas bahwa penyidik kini mengincar lapisan kedua dalam skandal ini, bukan hanya para eksekutor bisnis, tapi juga orang-orang dekat yang punya posisi sosial dan politik di Bengkulu.

Dengan temuan dokumen keuangan di rumah mantan caleg ini, publik kini menunggu, apakah penyidikan akan menyeret nama-nama politik lain, bahkan mungkin membuka babak baru tentang keterkaitan uang tambang dengan kekuatan partai pemenang di Bengkulu. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *