Kopi Bengkulu Semakin Jadi Pusat Perhatian, Pak Sahid Cofee Jadi UMKM Terfavorit

Perkiraan Waktu Baca: 3 menit

Satujuang- Kopi Bengkulu saat ini semakin menjadi pusat perhatian banyak pihak, hal ini tergambarkan saat gelaran Pameran Perkebunan Indonesia Expo 2024 (Bunex) yang belum lama ini digelar.

Industri Kecil Menengah (IKM) Pak Sahid Coffee dari Provinsi Bengkulu mendapatkan anugrah UMKM Terfavorit dalam acara yang digelar pada 12-14 September di Hall 5 ICE BSD Tangerang tersebut.

Ramainya pengunjung yang antusias datang ke Stan IKM Pak Sahid Coffee membuat Para juri menjadikan IKM asal Desa Batu Bandung Kecamatan Muara Kemumu Kabupaten Kepahiang tersebut menjadi IKM Terfavorit.

Pak Sahid coffee, kelompok tani Batu Bandung Jaya yang merupakan IKM perintis ini diketahui selalu konsen mengenalkan kopi dari Provinsi Bengkulu, khususnya kopi dari Desa penghasil kopi terbesar di Kabupaten Kepahiang, yaitu Desa Batu Bandung.

Dalam ajang pameran ini Pak Sahid Coffee mengenalkan produk kopi andalan mereka Kopi Robusta Kearifan Lokal dan Kopi Luwak Anugerah Alam yang diproses dengan secara unik.

“Kita menjelasakan soal proses terciptanya Kopi Robusta Kearifan Lokal, mulai dari membuka lahan perkebunan, penanaman, pemeliharaan, sampai pada proses panen dan pasca panen yang menerapkan sistem kearifan lokal di setiap prosesnya,” jelas founder pak Sahid coffee, Adi Sahid, Kamis (19/9/24).

Kata Adi, prosesi ini sudah ada turun temurun sejak dari nenek moyang mereka yang telah berkebun kopi di wilayah desa Batu Bandung.

Sistem berkebun kearifan lokal ini dalam bahasa lokal mereka disebut dengan “Menyahyo, Betohok, Semakbiloi, dan Do’a Kur Semanget Kawo dapet Dew”.

“Rangkain Prosesi Kearifan Lokal ini selain akan Menjaga fungsi lingkungan, juga akan terciptanya keterjagaan lingkungan perkebunan kopi, prosesi ini juga sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas anugrah yang kuasa yaitu tuhan sekeliaan alam,” tambahnya.

Kemudian produk kopi luwak anugerah alam, kopi yang hanya bisa di dapatkan menggunakan siklus kearifan alam, tidak bisa dibuat dengan teknologi manusia karena hanya bisa diproses oleh mesin alami ciptaan yang kuasa yakni hewan luwak.

Kedepanm Adi berharap, gelaran pameran-pameran yang membawa dan mengenalkan produk asli dari Provisi Bengkulu seperti ini, mendapatkan perhatian penuh dan fasilitas dari Pemerintah Daerah (Pemda).

Sehingga substansi dalam pameran tersebut dapat dicapai, dan tentunya memberikan dampak yang signifikan terhadap kemajuan dan perkembangan produk yang dikenalkan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pertanian terkhusus Dirjen Bun, sebagai pelaksana pameran Bunex 2024, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, M.Rizon SP Msi, Gubernur Provinsi Bengkulu H DR Rohidin Mersyah, Kepala Dinas Ketahaanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bengkulu Tengah, Helmi Yuliandri SP MT yang hadir memberikan dukungan dan motivasi, selain itu juga kepada Koordinator PPHP Bidang Perkebunan Provinsi Bengkulu selaku pendamping, Yuhan Syahmeri SP MP, dan Ibu Dina Mariana S.Sos, atas suport dan pasilitas yang diberikan baik sebelum pameran, saat pameran, maupun setelah pameran, semoga tahun depan pameran Bunex ini dapat terlaksana kembali dan kita kembali di ikutkan sebagai peserta untuk mengenalkan produk unggulan dari Provinsi Bengkulu yang kita miliki,” pungkas Adi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *