Jusuf Kalla: Pemimpin Tangguh Harus Berani Ambil Keputusan di Tengah Krisis

Satujuang, Jakarta- Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, HM Jusuf Kalla (JK), menegaskan bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang mampu membuat keputusan tepat di tengah badai krisis.

Hal ini disampaikan JK dalam acara Meet The Leader Universitas Paramadina bertema “Leading Through The Storm: Resilient Leadership in Time of Crisis”, yang digelar di Trinity Tower, Jakarta.

Acara ini sekaligus menjadi bagian dari peresmian Kampus Kuningan Universitas Paramadina dan Auditorium Benny Subianto.

Di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum, JK mengungkapkan bahwa kualitas kepemimpinan diuji saat situasi sulit.

“Tugas pemimpin adalah menginspirasi, mempersatukan, memberikan semangat, dan bertanggung jawab karena harus mengambil keputusan,” tegasnya.

Menurut JK, keputusan yang baik harus diambil secara cepat, berlandaskan data yang kuat, dan bisa dipahami serta dijalankan oleh bawahan. Ia menilai ketegasan dan keberanian adalah kunci utama dalam menghadapi krisis.

Tantangan Global dan Dampaknya bagi Indonesia

Dalam pidatonya, JK juga menyoroti berbagai konflik global yang berdampak langsung terhadap perekonomian Indonesia.

Ia menyebut perang Rusia-Ukraina, konflik Israel-Hamas, serta ketegangan di Asia Timur seperti China-Taiwan dan Korea Selatan-Korea Utara sebagai ancaman nyata bagi stabilitas global.

“Pasokan gandum terhambat, gas Rusia ke Eropa tersendat. Negara-negara seperti Jerman dan Prancis mengalami krisis energi,” ujar JK.

Ia juga mengkritik kebijakan ekonomi proteksionis Donald Trump yang dianggapnya kontraproduktif.

“Trump belum paham, tarif tinggi justru membebani rakyat Amerika sendiri. Itu kebijakan bunuh diri yang memperburuk perang dagang,” ucapnya lugas.

Krisis Global Picu Perlambatan Ekonomi Nasional

JK menyatakan bahwa imbas krisis global telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,2% menjadi 4,8%.

Namun, ia menegaskan bahwa kondisi ini bukan semata tanggung jawab pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Ini bukan salah Prabowo. Ini akibat tekanan global dan masalah akumulatif dari masa lalu,” kata JK.

Ia mendorong pemerintah untuk melakukan efisiensi anggaran, meski hal tersebut berpotensi menghambat beberapa program prioritas.

JK juga menyoroti kondisi domestik yang mengkhawatirkan, seperti meningkatnya PHK, turunnya konsumsi rumah tangga, dan maraknya premanisme sebagai imbas dari pengangguran.

Pesan Jusuf Kalla Untuk Generasi Muda

Mengakhiri pidatonya, JK mengajak generasi muda untuk memahami tantangan kepemimpinan dalam situasi krisis.

“Pemimpin hebat bukan yang hanya sukses saat situasi normal, tapi yang berani dan mampu mengambil keputusan tepat saat badai datang,” pungkasnya. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *