IWO dan OJK Bengkulu Dorong Literasi Keuangan Digital

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Lebong – Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Bengkulu bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bengkulu menggelar sosialisasi literasi keuangan dan perlindungan konsumen di era digital. Kegiatan berlangsung di aula Bappeda Kabupaten Lebong, Selasa (28/4/26).

Ketua PW IWO Bengkulu, Musdamori, menegaskan kemudahan akses layanan keuangan digital harus diimbangi pemahaman risiko. Ia menyebut ancaman seperti penipuan digital, investasi ilegal, hingga penyalahgunaan data pribadi semakin meningkat.

“Literasi keuangan bukan hanya soal mengatur uang. Ini juga tentang memahami risiko, mengambil keputusan tepat, dan melindungi diri sebagai konsumen,” ujar Musdamori.

Ia menilai peran wartawan sangat strategis dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, insan pers harus mampu menghadirkan informasi akurat dan membangun kesadaran publik terkait perlindungan konsumen.

IWO Bengkulu berkomitmen memperkuat kapasitas wartawan melalui kolaborasi dengan OJK. Langkah ini diharapkan mampu mencetak jurnalis yang memiliki pemahaman luas dan mampu menjadi agen edukasi di tengah masyarakat.

Sebelumnya, IWO Bengkulu juga aktif menggelar berbagai kegiatan edukatif. Pada 2024, organisasi ini bekerja sama dengan KPU Bengkulu dalam sosialisasi Pilkada. Tahun 2025, IWO fokus pada edukasi jurnalistik untuk menangkal hoaks dan memperkuat etika bermedia sosial.

Dalam kegiatan ini, salah satu isu yang disorot adalah maraknya praktik pinjaman jangka pendek di kalangan pelajar. Sistem bunga harian dinilai berbahaya karena dapat menjerat generasi muda dalam kebiasaan finansial yang tidak sehat.

Musdamori mengingatkan pentingnya edukasi sejak dini agar generasi muda tidak mudah tergoda tawaran keuangan yang tidak jelas. Ia juga menekankan pentingnya memastikan legalitas lembaga keuangan melalui sumber resmi.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada OJK Bengkulu, Bupati Lebong, dan Dinas Kominfo Lebong atas dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Melalui sinergi ini, literasi keuangan diharapkan semakin kuat. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang aman dan berdampak positif bagi masyarakat luas. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *