Jaka Prasetya Kawal Pemberantasan Korupsi dalam Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Perkiraan Waktu Baca: 2 menit

Satujuang, Blitar- Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI) menggelar refleksi satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Acara ini menyoroti program-program Presiden Prabowo, terutama Pemberantasan Korupsi.

“Menindaklanjuti program-program Presiden Prabowo dari pusat hingga daerah, kami akan tetap mengamankan utamanya program dalam pemberantasan tindak pidana korupsi,” jelas Jaka pada awak media.

Ketua GPI Jaka Prasetya menyampaikan hal ini. Kegiatan refleksi berlangsung di halaman samping kantor Bupati Blitar pada Jumat (24/10/25).

Refleksi itu mengusung tema “Rakyat Makmur Koruptor Hancur”. Jaka meyakinkan, GPI fokus pada tindak pidana korupsi dan akan menghadapi pejabat korup.

“Kami ingin Presiden Prabowo dengan program-programnya mencapai Indonesia Emas 2045,” tegas Jaka. Hal itu diharapkan bisa terwujud.

Jaka mengakui dirinya pendukung calon pemimpin Rijanto-Beky. Ia menegaskan tidak terikat emosi maupun kelembagaan; GPI akan bertindak terdepan jika ada indikasi korupsi.

Jaka Prasetya menegaskan, GPI tidak akan pandang bulu dalam aksinya. Mereka tidak peduli siapa pun yang terlibat dugaan korupsi.

“Kami akan berada di garis terdepan untuk melakukan penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi,” tandasnya.

Menurut Jaka, ia selalu memantau aktivitas birokrasi kota dan kabupaten. Pemantauan juga mencakup instansi vertikal di daerah.

Jaka memperingatkan pejabat yang masih mempertahankan budaya lama. Perilaku korupsi tidak akan ditoleransi, GPI akan bertindak tegas.

“Kalau mereka masih menggunakan budaya lama, budaya perilaku korupsi akan kami sikat,” pungkasnya.

Jaka menambahkan, jika GPI di daerah tidak mampu bertindak. Mereka akan langsung melalui pemerintah pusat, menunjukkan keseriusan penuh. (Herlina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *