Hukrim  

Cemarkan Nama Baik, Oknum Pejabat Desa Bengkulu Tengah Dilaporkan ke Polres Benteng

Satujuang.com – EA oknum Pejabat salah satu Desa di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) akhirnya dilaporkan Kepolres Bengkulu Tengah karena diduga melakukan pencemaran nama baik terhadap ES.

Pelaporan yang dilayangkan oleh ES didampingi oleh Tim kuasa hukum BPS And Partners yang terdiri dari Bayu Purnomo Saputra SH Dan M Tri Candra Rista SH , Senin (8/3/21).

Dijelaskan oleh Bayu, menurut dasar keterangan korban ES, menyatakan bahwa ES telah merasa dirugikan atas tindakan EA yang sudah mencemarkan nama baik korban dimuka umum.

“Kami berharap pihak kepolisian dapat menyelesaikan laporan kami dengan cara apapun, termasuk dengan memberikan pandangan Restorative Justice yang bisa menyelesaikan perkara dalam upaya kekeluargaan sehingga masalah ini bisa diselesaikan, serta pelaku pun harus menerima konsekuensi yang diminta oleh korban atas perbuatan pelaku,” sampai Bayu.

Dilanjutkan Bayu, jika pelaku tidak dapat menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan, dan menolak konsekuensi dari apa yang menjadi tuntutan korban, maka kami berharap pihak kepolisian dapat memproses perkara ini menurut undang-undang yang berlaku.

Baca Juga :  Terbukti Aborsi Pacarnya, Randy Divonis 2 Tahun Penjara

“Kami berharap pelaku dapat bertanggung jawab terhadap apa yang telah diperbuat,” tegasnya.

Kronologi pelaporan adalah berawal dari korban mendengar kabar tentang pencemaran nama baik yang dilakukan oleh pelaku.

Bersumber dari pembicaraan seorang warga didesa yang bertanya kepada pelaku, “Ngapo kau idak jadi menikah dengan si korban ?”
jawab si pelaku, “aku Idak nikahi Dio karno dio lah Idak perawan lagi”.

Kata-kata tersebut sampai ketelinga korban dan keluarga sehingga menyinggung hati korban, korban tidak menerima pernyataan pelaku, sehingga korban langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian untuk menindaklanjuti masalah ini dengan serius.

“Kami Tim kuasa hukum korban, mendampingi serta mengawal proses ini hingga menemukan keadilan dan kepastian hukum terhadap korban,” lanjut Bayu.

Baca Juga :  Ancam Dengan Senjata Api Lelaki Ini Diamankan Warga

“Dan tidak lah pantas seorang pejabat desa berprilaku yang tidak baik, sehingga tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat itu sendiri, sehingga kami meminta kepada pemerintah desa setempat untuk menindaklanjuti kejadian ini, serta harus memberikan sanksi terhadap pejabat desa tersebut, agar tidak menggangu reputasi instansi pemerintahan yang pelaku naungi sekarang ini,” sambungnya.

Lebih lanjut diceritakan oleh Bayu, Menurut keterangan korban kepada BPS & Partner’s, perkara korban dan pelaku bermula dari pelaku berjanji untuk menikahi korban, perjanjian tersebut diucapkan secara lisan didepan orang tua, keluarga korban dan pelaku, serta dihadiri oleh masyarakat sekitar.

Selama pacaran kurun waktu delapan tahun, korban menunggu kepastian dari pelaku untuk serius dalam hubungan pacaran, namun belum ada kepastian.

Sejak pertengahan tahun 2020, korban dikecewakan dengan kabar yang tidak mengenakan oleh pelaku, bak disambar petir hati korban merasa hancur mendengar kabar tentang kekasihnya sang pelaku menikahi seorang janda.

Baca Juga :  Bikin Resah, Pemilik Prostitusi Berkedok Panti Pijat Diamankan

Dengan alasan, sang pelaku menyampaikan dengan nada santai kepada korban untuk mohon bersabar, ini adalah ujian dan pelaku pun bercerita singkat bahwa pelaku dijebak, sehingga dituntut untuk menikahi janda tersebut.

Mendengar permohonan dari pelaku untuk tetap menunggu, maka korban pun bersabar untuk menunggu pelaku menepati janjinya untuk menikahi korban setelah menikah dengan janda tersebut.

Singkat cerita pelaku mengingkari janji dan tidak menikahi korban sampai sekarang.

“Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang tidak menepati janji seorang muslim, maka dia mendapat laknat Allah, malaikat, dan seluruh manusia. Tidak diterima darinya taubat dan tebusan” (HR. Bukhari, 1870, dan Muslim, 1370),” pungkas Bayu. (red)