Pemko BATAM BP BATAM

Bangunan SDN 11 Kota Bengkulu Rusak Parah, Dinas Pendidikan Angkat Tangan

Kondisi bangunan SD Negeri 11 Kota Bengkulu yang rusak parah.

Bengkulu – Kondisi bangunan SD Negeri 11 Kota Bengkulu yang dibangun dengan bantuan Bank Dunia, saat ini sangat memprihatinkan dengan sebagian besar plafon ruangan di sekolah itu lapuk dan rontok.

Kerusakan plafon hampir terjadi di seluruh ruang kelas yang ada di sekolah itu, bahkan dua ruangan yang berada di lantai dua saat ini tidak lagi dipakai karena kerusakannya sangat parah.

Kepala SD Negeri 11 Kota Bengkulu, Drs Salim menyampaikan, kerusakan tersebut sudah disampaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu.

Baca Juga :  Gelar Paripurna, DPRD Kota Bengkulu Dengar Penyampaian LKPJ Wali Kota Bengkulu

Ia berharap dapat ditindaklanjuti dengan perehaban melalui Dana Alokasi Khusus – DAK, namun karena ketersediaan anggaran yang tidak mencukupi usulan tersebut tidak bisa diakomodir.

Akhirnya Salim menyampaikan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang – PUPR Kota Bengkulu namun belum ada tanggapan sampai saat ini.

“Dulu pernah kita sampaikan beberapa kali pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, tapi katanya DAK tidak mencukupi. Jadi kita coba ke Balai PUPR,” ujarnya.

Baca Juga :  Timbulkan Banyak Polemik, Sistem Pemira UNIB Dipertanyakan

Saat ini untuk kebutuhan belajar mengajar di sekolah, pihak sekolah memaksimalkan penggunaan 12 ruang belajar yang dianggap masih layak untuk digunakan.

Sementara beberapa ruangan lainnya yang ada di sekolah itu dibiarkan kosong, karena kondisi kerusakannya cukup mengkhawatirkan , baik yang ada di lantai 1 dan lantai 2.

Baca Juga :  SD dan SMP Islam Nailul Anwar Prioritaskan Kualitas Pendidikan

Kendati tidak pernah mengalami kejadian yang membahayakan seperti plafon yang jatuh saat terjadi kegiatan belajar mengajar di kelas.

Namun dirinya tetap mengingatkan pelajar dan guru untuk mewaspadai kemungkinan plafon jatuh dan menghindari bermain di kelas yang mengalami kerusakan parah karena kondisi kayu yang juga lapuk.

Salim berharap, dengan usulan perbaikan yang diajukan bisa diakomodir sehingga sarana sekolah menjadi lebih baik dan nyaman untuk digunakan. (rri/red)