Jakarta – Dalam upaya antisipasi cuaca ekstrem dan bencana alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta PT Rekayasa Atmosphere Indonesia (PT RAI) akan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Operasi ini di laksanakan sebagai respons terhadap meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem yang berdampak pada banjir, kekeringan, dan bencana lainnya di wilayah DKI Jakarta.
Ketua Sub Kelompok Logistik dan Peralatan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Michael Sitanggang mengungkapkan, pelaksanaan OMC merupakan upaya strategis dalam mengurangi potensi hujan ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
“Pelaksanaan OMC ini bertujuan mengurangi dan meminimalisir hujan ekstrem. Kami berharap kegiatan yang telah dijadwalkan dapat berjalan secara efektif,” ujarnya, Sabtu (1/2/25).
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo menyampaikan, OMC akan berlangsung selama 6 hari ke depan.
Berdasarkan analisis cuaca terbaru, potensi pertumbuhan awan hujan masih belum menunjukkan adanya potensi pertumbuhan awan yang dapat menyebabkan hujan.
“Pada hari ini masih belum terpantau potensi awan penyebab hujan sedang hingga lebat hingga sore. Kemudian, pertumbuhan awan di daratan Jakarta dan sekitarnya juga belum terlihat,” ucapnya (AHK)






